
“Ketua DPR RI Puan Maharani telah mendapatkan pengukuhan sebagai Ketua atau Presiden Organisasi Parlemen Negara-Negara OKI. Sebelumnya posisi ini dipegang oleh Pantai Gading, dan tahun ini Indonesia mendapat kepercayaan untuk memimpin. Ini kembali mengukuhkan bahwa Indonesia dianggap sangat penting perannya dalam menjawab tantangan global yang juga dialami oleh negara-negara OKI,” ujar Irine.
Lebih lanjut, Irine menjelaskan bahwa keketuaan Indonesia di PUIC bukan hanya soal prestise di mata dunia, tetapi juga memberi ruang strategis bagi Indonesia untuk mendorong penyelesaian berbagai isu penting, terutama konflik yang menyentuh umat Muslim di berbagai belahan dunia.
“Keketuaan ini membawa dampak yang sangat banyak bagi Indonesia, karena selain sangat bergengsi, posisi ini memberi peluang besar bagi Indonesia untuk direct atau mengarahkan upaya penyelesaian konflik di Palestina dan juga di kawasan lain yang melibatkan saudara-saudara Muslim kita,” jelasnya.
Irine menekankan bahwa kepemimpinan Indonesia di PUIC harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat solidaritas antar parlemen negara-negara Islam, serta mendorong solusi konkret atas isu-isu yang selama ini belum mendapatkan perhatian maksimal di forum-forum internasional.
Irine menilai Konferensi PUIC ke-19 ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk meneguhkan posisinya sebagai jembatan dialog, perdamaian, dan keadilan, baik di tingkat regional maupun global. Keketuaan Indonesia diharapkan mampu menghadirkan terobosan diplomasi parlementer yang lebih proaktif dan solutif dalam memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara anggota OKI. •we/aha