
Legislator Jawa Barat I ini menyampaikan bahwa Indonesia telah mengusulkan pentingnya penyediaan air bersih yang aman, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Ia menyoroti bahwa krisis air menjadi isu global yang memerlukan perhatian serius dan kolaborasi antarnegara.
“Indonesia tadi mendorong draft untuk diberikan akses air yang aman, yang bersih, tersedia bagi orang-orang, khususnya di daerah terluar, daerah terpencil, yang belum terjangkau oleh infrastruktur seperti yang dinikmati masyarakat perkotaan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa isu air sejalan dengan salah satu arahan prioritas Presiden RI terkait kemandirian air. “Bahwa kita ini harus merdeka, harus mendapatkan akses air sebesar-besarnya bagi masyarakat, karena air ini adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai forum Parlemen Negara OKI ini sebagai wadah yang efektif dalam membahas dan mendorong perbaikan terhadap isu-isu strategis global, termasuk isu lingkungan dan kemanusiaan.
Ia juga mencatat bahwa meskipun sebagian besar pembahasan berlangsung efisien karena adanya kesepakatan luas, namun terdapat isu-isu yang memerlukan diskusi panjang, terutama yang menyangkut Palestina dan persoalan kemanusiaan lainnya. “Saya pikir PUIC ini adalah forum yang sangat efektif dalam rangka membuat dunia menjadi lebih baik lagi,” pungkas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini. •we/aha