E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Pendidikan|Judol|statistik|RUU Masyarakat Adat|Hantavirus|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Pendidikan|Judol|statistik|RUU Masyarakat Adat|Hantavirus|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Pendidikan|Judol|statistik|RUU Masyarakat Adat|Hantavirus|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Dorong Pemerintah Gelar Pasar Murah, Rajiv: Waspadai Lonjakan Harga

Diterbitkan
Selasa, 31 Mar 2026 11.26 WIB
Bagikan:
Dorong Pemerintah Gelar Pasar Murah, Rajiv: Waspadai Lonjakan Harga

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv.|Foto : Ist/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta pemerintah memperbanyak program pasar murah untuk menekan kenaikan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menilai ketersediaan pangan nasional, khususnya sembilan komoditas strategis, masih dalam kondisi aman hingga periode setelah Lebaran. 

 

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat. “Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sampai Minggu (15/3) pagi, harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional melebihi HAP dan mencapai Rp146.600 per kilogram,” kata Rajiv dikutip Parlementaria, Senin (16/3/2026).

Lihat Juga :

Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Komisi IV Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga

Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Komisi IV Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga

Soroti Kenaikan Harga Cabai, Legislator Dorong Pemerintah Kuasai Stok

Soroti Kenaikan Harga Cabai, Legislator Dorong Pemerintah Kuasai Stok


Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, harga acuan penjualan (HAP) daging sapi segar atau chilled di tingkat konsumen ditetapkan Rp130.000 per kilogram untuk paha depan dan Rp140.000 per kilogram untuk paha belakang.


Menurut Rajiv, harga yang melampaui batas acuan tersebut perlu segera direspons karena dapat mengindikasikan adanya peningkatan permintaan, kendala distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang terlalu tinggi.


“Lonjakan harga daging yang melewati acuan Rp130.000–Rp140.000 per kilogram tersebut harus dibaca sebagai sinyal adanya kenaikan demand (permintaan) persoalan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang berlebihan,” ujarnya.


Ia menilai pemerintah tidak boleh menganggap kenaikan harga tersebut sebagai kondisi yang wajar, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika konsumsi masyarakat meningkat.


“Saya mendorong gerakan pasar murah diperbanyak, karena ini menjadi salah satu solusi cepat untuk mengendalikan harga-harga yang beranjak naik menjelang Lebaran,” tegasnya.


Rajiv juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional karena pemerintah telah memiliki cadangan yang cukup. “Masyarakat jangan khawatir, sejauh ini cadangan pangan kita cukup berlimpah. Bahkan saat ini neraca pangan sembilan komoditas strategis kita hingga April 2026 dalam kondisi surplus,” katanya.


Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan setelah Lebaran agar masyarakat tidak menghadapi beban harga yang lebih tinggi di pasar.


Rajiv menambahkan Komisi IV akan terus mengawal kebijakan pangan nasional agar stabilitas pasokan dan harga tidak hanya terlihat dalam neraca nasional, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di pasar-pasar tradisional. (hal/aha)

Berita terkait

Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Komisi IV Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga
Industri dan Pembangunan
Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Komisi IV Minta Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga
Soroti Kenaikan Harga Cabai, Legislator Dorong Pemerintah Kuasai Stok
Industri dan Pembangunan
Soroti Kenaikan Harga Cabai, Legislator Dorong Pemerintah Kuasai Stok
Herman Khaeron Ingatkan Pemerintah Waspada Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadan
Industri dan Pembangunan
Herman Khaeron Ingatkan Pemerintah Waspada Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadan
Tags:#Komisi IV
Sebelumnya

Komisi III Minta Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Selanjutnya

Ekosistem Pendidikan Tinggi Harus Sehat Tak Boleh Bersaing Secara Kuantitas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3019)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2943)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3653)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Pendidikan|Judol|statistik|RUU Masyarakat Adat|Hantavirus|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Gerimis
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h