
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kota Depok, Jawa Barat.|Foto : Fa/Andri
PARLEMENTARIA, Depok — Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendorong pemeriksaan dan verifikasi istitaah kesehatan calon jemaah haji dilakukan secara berjenjang hingga embarkasi. Langkah tersebut penting untuk memastikan jemaah yang diberangkatkan benar-benar siap secara fisik menjalankan ibadah di Tanah Suci serta meminimalkan risiko gangguan kesehatan setelah tiba di Arab Saudi.
Atalia mengatakan, proses verifikasi kesehatan perlu dikawal sejak tingkat puskesmas, fasilitas kesehatan berikutnya, hingga pemeriksaan terakhir di embarkasi. Setiap tahapan, menurutnya, harus memastikan calon jemaah memenuhi ketentuan istitaah kesehatan sebelum diberangkatkan.
“Yang paling penting kita melakukan verifikasi secara bertahap. Kalaulah dimulai dari puskesmas, kemudian nanti dari puskesmas dan sebagainya, termasuk sampai bertahap sampai nanti di embarkasi,” ujar Atalia saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, penguatan verifikasi diperlukan agar tidak ada jemaah yang telah lolos berbagai tahapan pemeriksaan, tetapi justru mengalami gangguan kesehatan sesaat setelah tiba di Tanah Suci.
“Jangan lagi sampai ada yang lolos dari berbagai tahapan tersebut, ternyata mereka harus tetap terbang, tapi ternyata pada saat mereka baru mendarat, mereka sakit di sana,” tegasnya.
Menurut Atalia, kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap jemaah yang bersangkutan, tetapi juga berpotensi menambah beban pelayanan kesehatan selama jemaah berada di Tanah Suci. Padahal, keberangkatan jemaah seharusnya diarahkan untuk menjalankan rangkaian ibadah secara optimal, bukan menjalani perawatan kesehatan.
“Belum pernah mengalami perjalanan ibadah haji yang sebenarnya, karena hanya seolah-olah memindahkan tempat mereka untuk dirawat ke tempat yang baru,” tuturnya.
Karena itu, Atalia meminta persoalan istitaah kesehatan menjadi perhatian bersama melalui kerja sama lintas pihak, termasuk pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan. Proses tersebut juga perlu disertai edukasi yang memadai agar calon jemaah memahami bahwa kesiapan menjalankan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kesiapan mental, tetapi juga kondisi fisik.
“Kita berharap bahwa edukasi kepada masyarakat, khususnya para jemaah yang akan berangkat, itu diberikan pembekalan yang lebih luas lagi, lebih detail lagi, sehingga mereka memahami peran penting pada saat mereka mempersiapkan diri,” katanya.
Atalia berharap ketentuan istitaah kesehatan dapat dipahami masyarakat sejak jauh hari sehingga calon jemaah memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kondisi kesehatan. Menurutnya, seluruh tahapan pemeriksaan pada dasarnya dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran jemaah dalam menjalankan ibadah haji.
“Ini adalah untuk kebaikan jemaah itu sendiri dan jemaah secara keseluruhan,” pungkas legislator dari Dapil Jawa Barat I itu. (fa/ssb)