
Anggota BURT DPR RI Wardatul Asriah saat meninjau fasilitas Rumah Sakit Bali International Hospital (BIH) di Bali.|Foto : Natasya/MRI
PARLEMENTARIA, Denpasar — Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Bali International Hospital (BIH), Bali, untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas dan layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit tersebut. Dalam kunjungan tersebut, anggota BURT menilai BIH memiliki fasilitas dan layanan yang mumpuni, namun masih perlu memperkuat promosi agar keberadaannya lebih dikenal masyarakat.
Anggota BURT DPR RI Wardatul Asriah menilai berbagai keunggulan layanan dan kompetensi tenaga medis yang dimiliki BIH perlu dikomunikasikan secara lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, promosi melalui media sosial dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri.
“Karena saya baru pertama kali datang ke sini, saya baru tahu bahwa rumah sakit ini melayani penyakit yang luar biasa dengan cara-cara yang luar biasa pula. Jadi saya pikir ini perlu disosialisasikan dengan baik,” ujar Wardatul dalam pertemuan BURT DPR RI dengan Direktur Hubungan Kelembagaaan IHC, Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital, serta jajaran Direksi BIH, Jumat (11/9/2026).
Ia mencontohkan sejumlah rumah sakit di Penang, Malaysia, yang secara konsisten memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan dokter, spesialisasi, maupun layanan yang mereka miliki. Strategi tersebut dinilai dapat membantu masyarakat mengenali kemampuan dan keunggulan suatu rumah sakit sebelum menentukan pilihan layanan kesehatan.
“Banyak sekali orang-orang kaya Indonesia yang berobat ke luar negeri. Kalau mereka sudah punya kepercayaan penuh untuk berobat di sini, saya kira baik sekali,” katanya.
Hal senada diungkap Anggota BURT DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa yang menilai potensi BIH sebagai rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap perlu diimbangi dengan strategi promosi yang lebih aktif. Menurutnya, upaya menarik masyarakat untuk menggunakan layanan kesehatan di dalam negeri tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas yang baik, tetapi juga perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih proaktif.
“Sayang kalau rumah sakit ini kurang marketing. Promosinya kurang. Itu salah satu yang saya lihat kelemahan kita di sini,” ujar Dipo.
Dipo menambahkan, pengalaman dan testimoni pasien juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang tersedia. Dengan informasi yang lebih mudah diakses mengenai fasilitas, dokter, serta pengalaman pasien, masyarakat diharapkan semakin mengenal pilihan layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri.
Kunjungan BURT ke BIH tersebut menjadi bagian dari upaya DPR RI untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas kesehatan yang memberikan gambaran mengenai potensi layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Dengan fasilitas yang dinilai memadai, penguatan komunikasi dan promosi dinilai penting agar masyarakat semakin mengetahui pilihan layanan kesehatan yang tersedia di dalam negeri. Hal ini sekaligus dapat mendukung upaya mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan di luar negeri. (nap/aha)