E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi V|Komisi VIII|Infrastruktur|Komisi X|Komisi IV|Baleg|BURT|Kesehatan|biaya haji|AI|infrastruktur jalan|KRL|BRIN
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 36°C
Lembab: 33%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi V|Komisi VIII|Infrastruktur|Komisi X|Komisi IV|Baleg|BURT|Kesehatan|biaya haji|AI|infrastruktur jalan|KRL|BRIN
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 36°C
Lembab: 33%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi V|Komisi VIII|Infrastruktur|Komisi X|Komisi IV|Baleg|BURT|Kesehatan|biaya haji|AI|infrastruktur jalan|KRL|BRIN
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 36°C
Lembab: 33%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Jemaah Lansia dan Pendampingnya Dapat Ditempatkan dalam Satu Syarikah

Diterbitkan
Senin, 14 Sep 2026 11.21 WIB
Bagikan:
Jemaah Lansia dan Pendampingnya Dapat Ditempatkan dalam Satu Syarikah

Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.|Foto : Aurel/MRI

PARLEMENTARIA, Bogor – Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania mendorong jemaah haji lanjut usia yang berangkat bersama keluarga ditempatkan dalam satu syarikah dengan pendampingnya. Menurutnya, pemisahan lansia dari keluarga pendamping membuat tanggung jawab pengawasan berpindah kepada jemaah lain dan berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah.


"Kalau seandainya memang dia ada keluarganya, seyogianya dalam satu syarikah. Karena bagaimanapun itu tanggung jawab daripada keluarga, bukan jemaah yang lain," ujar Ina kepada Parlementaria saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).


Ia meminta Kementerian Haji dan Umrah RI melakukan penggabungan porsi keberangkatan lansia dan pendampingnya sejak jauh hari, bukan menjelang keberangkatan. Menurutnya, penempatan yang terlambat menyulitkan pengaturan di lapangan dan berdampak pada kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah dalam rombongan.

Lihat Juga :

Lalu Hadrian: RUU Statistik dan Satu Data Indonesia Perlu Diselaraskan dalam Satu Regulasi

Lalu Hadrian: RUU Statistik dan Satu Data Indonesia Perlu Diselaraskan dalam Satu Regulasi

Puan Dorong Layanan dan Perlindungan Bagi Jemaah Haji Lansia Dioptimalkan

Puan Dorong Layanan dan Perlindungan Bagi Jemaah Haji Lansia Dioptimalkan


Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga menekankan pentingnya penyiapan kebutuhan khusus jemaah lansia sejak di Tanah Air, mulai dari perlengkapan kebersihan diri hingga tata cara berwudu dengan menghemat air. Materi semacam itu, menurutnya, perlu masuk dalam pembinaan manasik karena daya ingat jemaah lansia sudah menurun dan tidak dapat dibebani hafalan.


Pada aspek kesehatan, Ina menyoroti kebutuhan obat-obatan pribadi bagi jemaah lansia dengan penyakit penyerta. Ia meminta pendataan obat dilakukan sebelum jemaah dinyatakan masuk kelompok terbang.


"Karena di Arab ini kan juga tidak sama obatnya dengan di Indonesia, seyogianya dipersiapkan dari Indonesia sebelum keberangkatan," tuturnya.


Selain itu, Ina mengingatkan jemaah untuk selalu membawa kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi dan tidak meninggalkannya di kamar atau kamar mandi. Kartu tersebut menjadi syarat untuk memasuki Masjidil Haram dan melaksanakan wukuf.


Selain itu ia juga mengusulkan materi manasik teknis dikemas dalam media digital agar dapat dipelajari jemaah secara berulang di luar jadwal bimbingan resmi. Usulan tersebut disampaikan menimbang keterbatasan frekuensi pertemuan manasik yang diselenggarakan pemerintah.


"Saya tekankan untuk manasik teknis ini, karena kalau umpama mengharapkan dari Kemenhaj mungkin cuma dua kali atau tiga kali, tentunya saya minta juga dibuatkan seperti di USB sehingga mereka membentuk kelompok kecil atau kelompok beberapa orang setiap hari setelah salat atau setelah pengajian seminggu sekali, mereka selalu bisa melihatnya," ujar Ina.


Ia menjelaskan, materi yang dimaksud mencakup hal-hal praktis yang jarang masuk dalam bimbingan konvensional, seperti prosedur selama penerbangan, penggunaan fasilitas kamar hotel, hingga cara mengoperasikan lift. Sebagian besar jemaah, menurutnya, baru pertama kali menjalani pengalaman tersebut sehingga membutuhkan edukasi yang lebih konkret.


Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menilai penguasaan keterampilan teknis berpengaruh langsung pada kenyamanan seluruh rombongan, bukan hanya pada jemaah bersangkutan.


Dalam kesempatan yang sama, Ina juga mendorong Kementerian Kesehatan RI segera menerbitkan daftar pemeriksaan kesehatan yang diperlukan jemaah begitu nama pemilik porsi keberangkatan ditetapkan. "Kami akan mendorong ketika sudah keluar nama porsi, dari Kemenkes sudah harus mengeluarkan apa saja medical check-up yang diperuntukkan untuk jemaah," tegasnya.


Menurutnya, penetapan daftar pemeriksaan sejak awal akan mencegah proses pemeriksaan kesehatan dilakukan tergesa-gesa menjelang keberangkatan. Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah RI sebelumnya telah menyampaikan permintaan serupa kepada Kementerian Kesehatan RI. (arl/aha)

Berita terkait

Lalu Hadrian: RUU Statistik dan Satu Data Indonesia Perlu Diselaraskan dalam Satu Regulasi
Kesejahteraan Rakyat
Lalu Hadrian: RUU Statistik dan Satu Data Indonesia Perlu Diselaraskan dalam Satu Regulasi
Puan Dorong Layanan dan Perlindungan Bagi Jemaah Haji Lansia Dioptimalkan
Kesejahteraan Rakyat
Puan Dorong Layanan dan Perlindungan Bagi Jemaah Haji Lansia Dioptimalkan
Peran BSDI dan Produsen Data dalam RUU Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Peran BSDI dan Produsen Data dalam RUU Satu Data Indonesia
Tags:#Komisi VIII#Ina Ammania#Jemaah Lansia
Sebelumnya

BRIN Perlu Orkestrasi Potensi AI untuk Bangun Kekuatan Teknologi Nasional

Selanjutnya

Musa Rajekshah Tinjau Infrastruktur Jalan di Serdang Bedagai dan Deli Serdang

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1166)
  • Industri dan Pembangunan(4018)
  • Isu Lainnya(1081)
  • Kesejahteraan Rakyat(3996)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4856)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Turut berduka cita atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi V|Komisi VIII|Infrastruktur|Komisi X|Komisi IV|Baleg|BURT|Kesehatan|biaya haji|AI|infrastruktur jalan|KRL|BRIN
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 36°C
Lembab: 33%
Angin: 13 km/h