#Kesejahteraan Rakyat

Anita Jacoba Minta Perpusnas Perhatikan Perpustakaan di Sekolah-Sekolah Kristen dan 3T

Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah saat mengikuti RDP Komisi X DPR RI dengan Plt. Kepala Perpusnas di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Foto: Oji/vel.
Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah saat mengikuti RDP Komisi X DPR RI dengan Plt. Kepala Perpusnas di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Foto: Oji/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah menyoroti terkait program penguatan sarana dan prasarana untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan di sekolah-sekolah Kristen. Menurut Anita, sejauh ini perpustakaan di sekolah-sekolah Kristen belum mendapatkan bantuan yang cukup dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Padahal, menurutnya, di daerah masih banyak perpustakaan sekolah-sekolah Kristen yang sangat membutuhkan bantuan.

”Tetapi ada juga sekolah-sekolah Kristen yang sangat membutuhkan bantuan perpustakaan-perpustakaan,” kata Anita dalam RDP Komisi X DPR RI dengan Plt. Kepala Perpusnas di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024).

”Bagaimana dengan sekolah Kristen? Apakah tidak perlu dibantu? Apakah tidak perlu diperhatikan?”

Anita menilai sejauh ini bantuan penguatan sarana dan prasarana untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan untuk sekolah Kristen sangat minim dibandingkan dengan bantuan pengembangan perpustakaan madrasah dan perguruan tinggi, yang jumlahnya sebanyak 111 perpustakaan selama tahun 2024.

”Bagaimana dengan sekolah Kristen? Apakah tidak perlu dibantu? Apakah tidak perlu diperhatikan? Jadi saya minta kalau bicara soal anggaran negara harusnya berpegang pada keadilan sosial,” kata Legislator Dapil NTT II ini.

Dalam rapat ini, Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga meminta Plt. Perpusnas E. Aminudin Aziz untuk juga memperhatikan banyaknya masalah perpustakaan sekolah yang dihadapi di daerah 3T.

”Capaian program prioritas, Ada Pengembangan perpustakaan umum dan khusus yang mendapatkan 1228 perpustakaan yang mendapatkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Yang ingin saya tanyakan, nanti siapkan saja data untuk daerah 3T, tersebar dimana saja dan berapa persen untuk daerah 3T mendapatkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial,” pungkasnya. •we,um/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *