#Industri dan Pembangunan

Ansy Lema Dorong Pengembangan Sentra Pertanian dan Kelautan di Manggarai Barat

Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (29/4/2024). Foto: Singgih/vel.
Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (29/4/2024). Foto: Singgih/vel.

PARLEMENTARIA, Manggarai Barat – Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat menjadi destinasi pariwisata super premium, Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema, menyerukan integrasi mendalam antara pariwisata dan sektor-sektor lokal seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

Menurut Lema, dengan luas wilayah mencapai 9.000 kilometer persegi, dimana 7.000 di antaranya adalah lautan, Manggarai Barat memiliki semua potensi yang dibutuhkan untuk mendukung konsep pariwisata premium dengan sumber daya lokal yang kaya. “Destinasi pariwisata kelas dunia ini harus didirikan di atas fondasi yang kuat dalam sektor kelautan dan pertanian untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas yang tinggi bagi para wisatawan,” ujar Lema, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (29/4/2024).

Dalam pertemuan dengan beberapa stakeholder, termasuk Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, telah dibahas strategi untuk mendorong produksi lokal yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan. Ini melibatkan pengembangan sentra-sentra pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat menyediakan sayur, buah, dan produk laut segar secara langsung ke pasar pariwisata.

“Kami telah merancang sebuah orkestrasi kerja sama antar-lembaga yang bertujuan untuk mempersiapkan Manggarai Barat tidak hanya sebagai lokasi wisata tetapi juga sebagai produsen utama bahan pangan berkualitas. Rencana tersebut melibatkan pemetaan komoditas spesifik yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal dan turis internasional,” jelas Lema.

Lema menekankan pentingnya pengurangan ketergantungan impor makanan yang saat ini masih terjadi. “Kita perlu mengurangi impor pangan dengan memaksimalkan potensi yang kita miliki di Manggarai Barat. Ini bukan hanya tentang menyediakan makanan untuk wisatawan tetapi juga tentang memperkuat ekonomi lokal,” tambahnya.

Pemetaan ini, menurut Lema, melibatkan identifikasi varietas tanaman dan jenis ikan yang paling cocok untuk dibudidayakan di wilayah ini, dengan mempertimbangkan faktor iklim, ketersediaan sumber daya, dan akses pasar. “Kita perlu memastikan bahwa apa yang kita kembangkan di sini memiliki nilai tambah tinggi dan dapat bersaing di pasar global.” Jelas Lema.

Terkait dengan infrastruktur, Lema menyoroti bahwa pengembangan jalan dan fasilitas pendukung lainnya harus sejalan dengan peningkatan kapasitas lokal. “Infrastruktur yang baik akan mendukung kelancaran distribusi produk lokal ke hotel, restoran, dan pusat-pusat pariwisata yang menjadi tujuan wisatawan,” jelasnya.

Terakhir, Lema mengajak pemerintah pusat dan daerah untuk terus bekerja sama dalam mengimplementasikan rencana besar ini. “Komitmen bersama dari semua pihak sangat penting untuk menjadikan Manggarai Barat sebagai contoh sukses integrasi pariwisata dan agrikultur di Indonesia,” tutupnya.

Pembangunan berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Manggarai Barat tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam. •skr/aha

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *