#Politik dan Keamanan

DPR RI Dorong Dibentuknya Komisi Perempuan di APA

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana dalam Standing Committee on Social & Cultural Affairs dalam agenda Sidang Pleno APA ke-14 di Baku, Azerbaijan, Jumat (23/2/2024). Foto: Bianca/Man.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana dalam Standing Committee on Social & Cultural Affairs dalam agenda Sidang Pleno APA ke-14 di Baku, Azerbaijan, Jumat (23/2/2024). Foto: Bianca/Man.

PARLEMENTARIA, Baku – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mendorong dibentuknya Komisi Perempuan di Asian Parliamentary Assembly (APA). Hal tersebut disampaikan dalam Standing Committee on Social & Cultural Affairs dalam agenda Sidang Pleno APA ke-14 di Baku, Azerbaijan, Jumat (23/2/2024).

“Jadi bagaimana APA juga ke depan akan membentuk sebuah komisi, kita berharap untuk khususnya perempuan dan tentu kedepan hak anak-anak muda. Jika kita lihat, bandingkan dengan IPU, di IPU sendiri sudah ada forum on women dan forum untuk anak muda,” ujar Putu kepada Parlementaria.

Dalam forum tersebut, Putu juga menyampaikan bagaimana Indonesia terus berjuang untuk mengawal 30 persen keterwakilan perempuan dalam kandidasi politik. Hingga saat ini, diketahui Indonesia sudah mencapai 21 persen lebih keterwakilan anggota parlemen perempuan.

“Jika kita lihat, bandingkan dengan IPU, di IPU sendiri sudah ada forum on women dan forum untuk anak muda”

“Tentu kita berharap di kawasan Asia juga melaksanakan afirmasi itu. Kita (Parlemen Indonesia) sendiri terus berjuang dan kami tentu dalam hal ini sering dianggap male allies untuk gender equality, untuk terus memperjuangkan agar kesetaraan gender ini hadir di parlemen dan juga bisa memberikan inspirasi dalam tugas tugas parlemen baik dalam bidang legislasi, budgeting, maupun dalam bidang pengawasan,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Untuk itu, ia berharap nantinya APA dapat mengakomodir keterwakilan perempuan di parlemen melalui dibentuknya Komisi Perempuan. “Tentu usulan Indonesia terus mendorong afirmasi ini karena secara demografi penduduk dunia itu hampir setengah-setengah antara pria dan wanita. Tentu itu juga harus terepresentasikan dalam berbagai hal. Juga yang terpenting dari politik dan parlemen dan tentu affirmative action ini kita terus akan dorong dan saya sendiri merasakan begitu pentingnya bagaimana peran perempuan, anak muda dalam politik,” harapnya.

Putu dalam pertemuan Standing Committee on Social & Cultural Affairs juga didampingi oleh Anggota BKSAP Jazuli Juwaini. Keduanya juga menghadiri Standing Committe on Politic on Political Affairs bersama Ketua BKSAP Fadli Zon dan Anggota BKSAP Kamrussamad. •bia/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *