#Industri dan Pembangunan

Komisi IV Soroti Pagu Indikatif Anggaran 2024 Bapanas untuk Pembelian Kendaraan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan saat Rapat Kerja bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023). Foto: Arief/nr.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan saat Rapat Kerja bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023). Foto: Arief/nr.

Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyoroti ramcangan program kegiatan tahun 2024 pada Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan. Program termuat dalam salah satu komponen kegiatannya, yakni fasilitasi sarana stabilisasi pasokan dan harga pangan pada pagu indikatif 2024 yang dianggarkan sebesar Rp3,15 Miliar untuk kendaraan dengan jumlah 5 unit.

Kemudian untuk usulan tambahan 2024 juga dianggarkan sebesar Rp42,13 Miliar untuk 66 unit kendaraan.

“Terkait poin 6 (yaitu) fasilitasi sarana stabilitasi pasokan dan harga pangan dalam bentuk 5 unit kendaraan untuk melakukan membantu pendistribusian seperti itu? output yang diharapkan dari 5 unit ini apa ini? Di kabupaten kah, di provinsi kah? coba saya pengen tahu detail yang diharapkan dari kegiatan fasilitasi sarana stabilitasi pasokan dan harga ini dalam bentuk mobil ini itu apa?” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas memparkan bahwa anggaran tersebut diusulkan untuk membantu daerah dan provinsi dalam mendistribusikan pangan terutama untuk kegiatan Mobil Gerakan Pangan Murah. Hal itu agar membantu mobilitas mereka lebih cepat.

Namun, Budhy menilai kendaraan berjumlah 5 unit tersebut kurang efektif untuk membantu pasokan dan stabilitas harga pangan. Ia kemudian menyoroti jumlah gudang pangan di setiap provinsi Indonesia yang masih sedikit.

“Jabar baru saja meresmikan gudangnya. Apa yang bisa diharapkan dengan 5 unit ini untuk membantu stabilisasi pasokan dan harga pangan Pak? Ketimbang kita bicara soal gudangnya untuk menstabilkan pasokan tersebut? Saya agak mubadzir ini kalau misalnya anda lakukan dalam bentuk 5 unit kendaraan saja,” tuturnya.

Senada dengan Budhy, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin juga turut menyoroti jumlah nilai anggaran kendaraan untuk memfasilitasi stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut. “Ini harga satu unitnya berapa? yang 5 unit harganya 630 juta, yang 66 unit harganya 638 juta. Mana yang benar? Anda hitung. Apa mobilnya tambah tv, tambah ac, jadi kemudian mobilnya 638 juta? Anda hitung dulu, sama saya hitungan harus jelas,” tegasnya.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu juga mempertanyakan pemakaian kendaraan tersebut untuk fasilitas sarana stabilisasi pangan, mengingat stabilisasi harga pangan tidak rutin setiap bulannya. Serta melihat dari sisi kedepannya, apabila kendaraan tersebut telah diberikan maka akan juga memerlukan perawatan.

“Kecuali akan digunakan untuk setiap hari. Tapi nanti bagaimana perawatan kendaraannya? Kita lihat saja anda keliling kabupaten banyak mobil yang ngejogrog, kan sayang sekali. Kita harus pikirkan juga perawatannya bagimana, maintenance-nya bagaimana? anda saja disini sudah salah hitung,” tandasnya. •gal/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *