#Industri dan Pembangunan

Anwar Hafidz: Pembangunan Percepatan Rekonstruksi Pasca Bencana Sulteng Harus Digenjot

Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafidz saat bertukar cenderamata usai menghadiri pertemuan dengan jajaran mitra kerja komisi V DPR RI di Palu, Jumat (14/07/2023). Foto: Nadya/nr.
Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafidz saat bertukar cenderamata usai menghadiri pertemuan dengan jajaran mitra kerja komisi V DPR RI di Palu, Jumat (14/07/2023). Foto: Nadya/nr.

Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafidz menegaskan bahwa pembangunan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah berada dalam satu-kesatuan dengan rekonstruksi pasca bencana yang terjadi di Palu 2018 silam. Karena itu, ia menilai pembangunan di provinsi tersebut harus digenjot, dimulai dari ketersediaan perumahan, mitigasi bencana banjir dan gempa, dan pembangunan infrastruktur jalan. 

“Saya kira itu tiga prioritas untuk Sulawesi Tengah dalam rangka upaya untuk memudahkan distribusi hasil produksi hasil pertanian itu juga menjadi prioritas bagi kita di Sulawesi Tengah,” ungkapnya kepada Parlementaria usai menghadiri pertemuan dengan jajaran mitra kerja komisi V DPR RI yang juga turut dihadiri oleh pejabat perangkat daerah kabupaten Sigi dan Poso, juga perwakilan Pemprov Sulteng, di Palu, Jumat (14/07/2023). 

Terkait peninjauan ke lokasi pasca bencana likuifaksi, Anwar yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah ini memaparkan bahwa yang paling prioritas dari pembangunan adalah mewujudkan keinginan masyarakat untuk dibangunnya kembali akses jalan yang menghubungkan antara pemukiman yang berada di lokasi atas dan di bawah. Sehingga, ia menekankan pembangunan Kota Wisata Likuifaksi di daerah pasca bencana dapat menjadi proyek jangka panjang.

“Tapi yang paling penting itu adalah usulan masyarakat untuk dibuatkan saja akses jalan yang memotong, melintas di daerah likuifaksi. Karena sebelum adanya likuifaksi, jalur itu adalah jalur utama, sekarang itu mereka kesulitan harus memutar jauh sekali. Makanya, kalau saya menganggap bahwa ini yang paling penting untuk dipikirkan bersama kita buatkan akses kembali, kita sambung kembali jalan yang sudah rusak tersebut,” tandas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.  

Anwar juga berharap pembangunan jalan ini dapat digunakan Pemerintah sebagai suatu hal yang darurat. Sehingga, jika bersifat darurat, maka dapat diprioritaskan dibangun terlebih dahulu. Sehingga, dapat dilewati kendaraan.

Anwar juga menyoroti pembangunan hunian tetap (Huntap) yang menurutnya sangat lamban. Hal itu mengingat bencana likuifaksi sudah terjadi 4 tahun berlalu, tetapi masyarakat di lokasi tersebut sampai saat ini masih tinggal di hunian sementara. Karena itu, menurutnya, hal ini sangat menyedihkan. 

“Saya berharap, bahwa dengan kunjungan ini kementerian terkait (dapat) mempercepat proses pembangunan Huntaptersebut. Sehingga, masyarakat bisa sedikit lega untuk bisa hidup punya rumah yang layak, kemudian yang kedua mereka aman dari ancaman-ancaman terjadinya likuifaksi ataupun gempa yang mematikan,” ungkapnya. 

Terkait penyebab kelambatan pembangunan Huntap, Anwar mendengar secara anggaran tidak ada masalah. Namun, yang masih menjadi masalah utama adalah lokasi pembangunan hunian. Namun, Bupati dan Pemerintah Daerah sudah menyediakan lahan untuk pembangunan Huntap tersebut. 

Sementara, soal pembangunan Dam atau Bendungan di Desa Bangga, Anwar mengapresiasi pembangunan tersebut. Namun, menurutnya, hal yang perlu diperbaiki adalah pembangunan dari hulu ke hilir yang harus dibangun secara simultan. 

“Dam Bangga, kalau itu alhamdulillah sudah bagus tinggal sekarang turunan ke bawahnya yang perlu. karena kalau di atas (bangunannya) bagus tapi di bawah juga tidak dibenahi itu akan bisa meluap lagi ke tempat lain, sebaiknya penanganannya dari hulu ke hilir itu harus dilakukan secara simultan. Saya kira itu yang paling penting,” katanya. 

Secara keseluruhan, Anwar menilai percepatan pembangunan di Sulawesi Tengah pasca bencana sudah berjalan cukup baik di beberapa sisi. Namun di sisi lainnya juga masih banyak yang terbengkalai, di antaranya pembangunan perumahan tersebut, karena hal itu yang paling dirasakan oleh masyarakat. 

“Maka (kalau) kita mau menjadikan Sulteng ini sebagai daerah lintasan dari timur ke barat, maka yang paling penting sebetulnya itu satu akses dari Tambu ke Simbar itu tadi. Kalau ini bisa dibangun oleh pihak ketiga ataupun Pemerintah, saya kira ini akan mengurangi jarak distribusi bahan-bahan pertanian kemudian perikanan dari Timur ke Ibu Kota Negara. Itu yang paling penting menurut saya,” ungkapnya. 

Terakhir, terkait mitigasi bencana, Anwar menilai, dengan adanya kejadian likuifaksi beberapa tahun lalu, hal ini sudah menjadi perhatian Pemerintah untuk dilakukan penelitian. Sehingga, menurutnya, Pemerintah dapat melakukan antisipasi terhadap potensi bencana ke depannya.

“Saya kira ini tinggal hasilnya saja, kita bisa tahu sehingga masyarakat bisa tenang kemudian pemerintah daerah bisa fokus melaksanakan tugasnya,” tutupnya. •ndy/rdn

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *