Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, usai pertemuan dengan Pemerintah Kota Solo di Kantor Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Jum’at (2026/02/20). Foto: Man/Karisma.
PARLEMENTARIA, Surakarta – Kini harapan baru bagi penyelesaian Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS) mulai terlihat. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid turun langsung memastikan pihaknya akan mengawal penyelesaian pembangunan masjid yang sempat mangkrak sejak tahun 2021. Baginya, masjid tersebut memiliki mencerminkan nilai masyarakat setempat sehingga berpotensi menjadi ikon khas baru Kota Solo.
Perlu diketahui, masjid yang berdiri megah di kawasan strategis Jalan Slamet Riyadi, Kompleks Sriwedari, itu sebelumnya terhenti akibat kekurangan dana dan persoalan sengketa lahan. Padahal, progres fisik bangunan telah mencapai 80–85 persen. Walaupun begitu, pembangunan rumah ibadah ini turut menyisakan utang kepada PT Wijaya Karya (WIKA) sebesar Rp86,4 miliar.
Mengetahui isu tersebut, ia menegaskan, bersama Komisi VIII DPR RI akan segera menjadwalkan untuk bertemu dengan Wali Kota Solo demi membahas langkah konkret dari isu tersebut. Demikian hal ini disampaikannya usai pertemuan dengan Pemerintah Kota Solo di Kantor Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Jum’at (2026/02/20).
“Ini rumah Allah. Jangan sampai terbengkalai. Kami akan komunikasi dengan wali kota dan juga dengan pihak WIKA karena ini menyangkut BUMN,” tegas Abdul Wachid.
Tidak hanya membahas langkah konkret, terangnya, Komisi VIII DPR juga akan membuka peluang skema pendanaan melalui kolaborasi CSR dengan sejumlah BUMN agar sisa pembangunan yang diperkirakan sekitar 50 persen dari total rencana anggaran Rp200 miliar dapat segera dituntaskan. Baginya, langkah cepat ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan fasilitas keagamaan yang sudah hampir rampung dapat segera dimanfaatkan masyarakat. •MAN/um