Deputi Administrasi Rahmad Budiaji foto bersama usai membuka sosialisasi layanan perbankan sekaligus program DPLK bagi PPPK bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (18/02/2026). Foto : Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Sekretariat Jenderal DPR RI menggelar sosialisasi layanan perbankan sekaligus program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (18/02/2026).
Membuka agenda, Deputi Administrasi Rahmad Budiaji menyampaikan, sosialisasi layanan perbankan sekaligus program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi seluruh angkatan pegawai PPPK, mulai dari gelombang pertama yang diangkat tahun lalu hingga pegawai terbaru Februari 2026, dengan total sekitar 1.600 peserta. Kegiatan ini, jelasnya, digelar untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus mempersiapkan jaminan kesejahteraan pegawai di masa pensiun.
“Hari ini kita lakukan sosialisasi untuk layanan perbankan sekaligus program pensiun untuk PPPK mulai dari gelombang pertama yang sudah diterima tahun lalu sampai dengan terakhir yang baru diangkat di bulan Februari ini ada sekitar 1.600 pegawai,” terang Budiaji.
Ia menjelaskan, DPLK merupakan program dana pensiun yang dikelola lembaga keuangan, bukan asuransi, dengan sistem iuran wajib bulanan. DPLK memiliki manfaat untuk dapat dicairkan saat memasuki masa pensiun atau dalam kondisi tertentu seperti meninggal dunia.
Ia menekankan, berbeda dengan asuransi, dana pensiun bersifat tabungan jangka panjang yang pasti memberikan manfaat, termasuk hasil pengembangan dari iuran yang disetorkan selama masa kerja. “Program ini bagian dari upaya menjamin masa depan pegawai agar tetap aman secara finansial saat penghasilan sudah tidak seperti saat aktif bekerja,” pungkasnya. •mds, gal/um