Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Rumah Dinas Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Kamis (12/2/2026). Foto: Tra/Karisma.
PARLEMENTARIA, Denpasar – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti tingginya harga tiket pesawat domestik ke Bali yang dinilai tidak sehat bagi ekosistem pariwisata nasional. Ia menegaskan perlunya langkah konkret pemerintah untuk menurunkan komponen biaya penerbangan agar perputaran uang wisata tidak justru mengalir ke luar negeri.
“Orang akhirnya memilih ke Singapura lebih murah, ke Kuala Lumpur lebih murah, ke Penang lebih murah, ke Thailand lebih murah, karena ke Bali mahal. Harusnya uang beredar itu kita maksimalkan di Bali, kenapa kita bawa keluar,” ujar Lasarus usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Rumah Dinas Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya persoalan ini bukan sekadar isu harga, tetapi menyangkut kebijakan fiskal dan regulasi penerbangan. Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan bahwa ada sejumlah komponen biaya yang sebenarnya dapat diintervensi pemerintah, seperti pajak suku cadang (spare part), PPN tiket pesawat, serta pajak avtur. “Kalau tidak bisa dihilangkan, kurangi. Naik pesawat di luar negeri itu sudah biasa, tidak dikenakan PPN. Di kita masih dianggap barang mewah,” tegas Lasarus.
Ia juga menyinggung beban operasional maskapai yang harus diperhitungkan secara rasional. Secara tidak langsung Lasarus menekankan bahwa maskapai tidak mungkin beroperasi jika merugi, sehingga diperlukan titik temu antara pemerintah dan pelaku industri penerbangan. “Airline juga punya biaya operasional. Kalau operasional tidak terpenuhi, pesawat tidak akan terbang. Titik temunya harus dicari,” pungkasnya.
Terakhir, Lasarus menegaskan bahwa isu ini telah lama dibahas, namun belum ada langkah eksekusi yang konkret. Hal ini menurutnya telah menciptakan anomali dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara. “Masalah ini sudah kita suarakan lama sekali. Tinggal eksekusinya, mau atau tidak memperbaiki situasi ini,” tandasnya.
Sebelumnya Gubernur provinsi Bali Wayan Koster menyampaikan harapannya agar Komisi V DPR RI dapat mendorong Kementerian Perhubungan untuk menekan harga tiket pesawat menuju Bali yang dinilai masih terlalu tinggi. Ia menegaskan bahwa mahalnya tiket menjadi salah satu keluhan utama wisatawan domestik, khususnya pada periode akhir tahun 2025.
“Kami sangat berharap agar Komisi V bisa mendorong ke Kementerian Perhubungan supaya tiket pesawat ke Bali jangan terlalu tinggi. Itu menjadi keluhan para wisatawan domestik yang biasa berkunjung ke Bali tahun 2025 kemarin, akhir tahun,” ujarnya. •tra/rdn