Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani dalam kunjungan kerja di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu, (11/2/2026). Foto: UPI/Mahendra
PARLEMENTARIA, Mataram – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyoroti tajam penurunan drastis anggaran Kementerian Kebudayaan pada Tahun Anggaran 2026. Legislator asal NTB ini menyayangkan turunnya alokasi dana tersebut mengingat besarnya PR dalam pelestarian situs cagar budaya di Indonesia.
Dalam kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya, Lalu Hadrian mengungkapkan data yang cukup mengejutkan. Jika pada tahun 2025 anggaran kebudayaan mencapai lebih dari Rp2,5 triliun, angka tersebut menyusut tajam pada tahun 2026 menjadi hanya Rp1,5 triliun.
“Kami sangat menyayangkan sebenarnya turunnya anggaran ini, karena PR di bidang kebudayaan itu tidak kalah penting dibandingkan bidang-bidang lain,” tegas Lalu Hadrian kepada Parlementaria di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu, (11/2/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ini menjelaskan bahwa defisit sebesar Rp1 triliun tersebut sangat berdampak pada kinerja pelestarian. Menurutnya, masih banyak situs budaya yang memerlukan pemeliharaan intensif dan optimalisasi pemanfaatan agar nilai sejarahnya tidak hilang.
“Tahun 2025 anggarannya Rp2,5 triliun lebih, tahun 2026 hanya Rp1,5 triliun, jadi masih minus Rp1 triliun. Inilah yang sedang kami upayakan, karena banyak PR, banyak situs-situs budaya yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Dengan demikian, Komisi X tidak tinggal diam. Lalu Hadrian memastikan pihaknya tengah bermanuver di parlemen untuk mengembalikan angka anggaran tersebut ke posisi ideal, setidaknya menyamai alokasi tahun sebelumnya.
Langkah konkret yang akan diambil adalah mengajukan penambahan anggaran melalui mekanisme Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang dijadwalkan pada Maret atau April 2026. “Kami masih berusaha hari ini di DPR RI. Insya Allah nanti di ABT, di bulan Maret atau April, kami akan mengajukan kembali penambahan anggaran, sehingga minimal sama dengan tahun 2025,” pungkasnya. •upi/aha