E-Media DPR RI

KITB Jateng Harus Perhatikan Serapan SDM Lokal dan Dampak Ekonomi bagi Daerah

Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachmadiana, saat mengikuti rapat tim kunjungan kerja spesifik komisi IX DPR RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, Sekda Kabupaten Batang, serta jajaran PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). Foto: Afr/Karisma.
Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachmadiana, saat mengikuti rapat tim kunjungan kerja spesifik komisi IX DPR RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, Sekda Kabupaten Batang, serta jajaran PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). Foto: Afr/Karisma.


PARLEMENTARIA, Jakarta
 – Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachmadiana, menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dan optimalisasi dampak ekonomi daerah khususnya di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Cellica Nurrachmadiana saat mengikuti rapat tim kunjungan kerja spesifik komisi IX DPR RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, Sekda Kabupaten Batang, serta jajaran PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).

Cellica mendorong sinergi konkret antara Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah untuk memastikan program link and match antara SMK dan dunia industri berjalan efektif. Menurutnya, penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri menjadi kunci agar tenaga kerja lokal mampu terserap secara maksimal.

“Saya ingin menyoroti sejauh mana Kementerian Tenaga Kerja di provinsi melakukan link and match dengan SMK-SMK yang ada di kabupaten. Ini penting sekali agar warga lokal bisa terserap bekerja di kawasan industry,” kata Cellica dalam pertemuan tersebut.

Menurut Cellica, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting agar kawasan industri baru seperti KITB Batang dapat menyiapkan SDM sejak awal. Dengan begitu, pertumbuhan investasi dapat berbanding lurus dengan penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selain isu ketenagakerjaan, Cellica juga menyoroti aspek fiskal dan dampak ekonomi daerah. Ia menyebut sebagian besar pajak industri masih tersentralisasi di Jakarta, sehingga daerah penghasil belum sepenuhnya merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

“Semua pajak ke Jakarta. Maka perlu dipikirkan keberadaan kantor cabang pembantu di daerah agar ada dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat setempat,” tegas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini. 

Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan kawasan industri tanpa perencanaan matang dapat memunculkan persoalan sosial, seperti kemacetan, kerusakan infrastruktur akibat kendaraan bertonase besar, hingga potensi peningkatan pengangguran dan kemiskinan apabila tidak diantisipasi.

Karena itu, ia mengusulkan agar kendaraan operasional yang beraktivitas di kawasan industri menggunakan pelat nomor daerah setempat. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

“Dana bagi hasil kendaraan bermotor itu sangat penting untuk pemeliharaan jalan dan infrastruktur. Ini harus dipersiapkan dari sekarang agar 20–25 tahun ke depan pertumbuhan ekonomi tidak stagnan,” ujar Anggota DPR dari Dapil Jawa Barat VII itu.

Cellica juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan KITB Batang yang dinilainya memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

“Optimisme dengan perencanaan yang matang dan sinergi lintas sektor, kawasan industri tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah maupun nasional,” pungkasnya. •afr/rdn