E-Media DPR RI

UMKM dan Pelaku Ekraf Perlu Dukungan Pemasaran Produk

Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di kediaman Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis (12/2/2026). Foto: AHA/Mahendra.
Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di kediaman Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis (12/2/2026). Foto: AHA/Mahendra.


PARLEMENTARIA, Padang
 — Anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia menegaskan, bantuan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) korban banjir di Sumatera Barat tidak boleh berhenti pada pemberian alat saja. Ia menilai, perlunya dukungan promosi agar produk mereka benar-benar terserap pasar.

Rico menilai, pelaku UMKM dan ekraf di Sumbar memiliki ketangguhan untuk bangkit kembali setelah terdampak bencana. Namun, menurutnya, ketangguhan tersebut harus didukung dengan ekosistem pemasaran yang nyata dari pemerintah, kementerian terkait, dinas, hingga DPR RI.

“Saya ulangi lagi, yang paling penting bukan hanya kompor dan kebutuhan-kebutuhan lain untuk survive. Tapi mari kita sama-sama, baik pemerintah maupun DPR, melakukan promosi sehingga apa yang sudah dihasilkan itu tidak hanya sebatas produksi saja, tapi ada tempat di mana mereka bisa menjualnya,” ujar Rico dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di kediaman Gubernur Sumatera Barat, Padang, Kamis (12/2/2026).

Ia menyoroti pola bantuan yang selama ini cenderung berhenti pada pemberian alat produksi tanpa memikirkan keberlanjutan penjualan produk. Padahal, katanya, pelaku UMKM yang terdampak bencana membutuhkan perputaran modal agar dapat benar-benar pulih.

“Jangan hanya diberikan misalnya kompor saja, tapi tidak dipikirkan nanti dijual di mana. Sementara mereka tidak punya kemampuan untuk itu. Jadi kita harus sama-sama pikirkan bagaimana caranya produk-produk mereka bisa terjual,” tegasnya.

Rico juga mengingatkan bahwa banyak pelaku usaha memanfaatkan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk bangkit kembali. Tanpa adanya kepastian pasar, menurutnya, bantuan permodalan tersebut bisa menjadi sia-sia karena tidak menghasilkan perputaran ekonomi yang diharapkan.

“Kalau kita tidak bantu dengan cara menjualnya, sama saja kita memberikan mereka barang tapi membiarkan mereka mati kembali. Modal yang dipinjam itu akhirnya jadi percuma,” tambahnya.

Untuk itu, Rico mendorong penguatan kerja sama antara kementerian dan dinas terkait di Sumbar, khususnya dalam hal promosi dan hilirisasi produk UMKM dan ekraf yang terdampak banjir. Ia menilai, promosi terpadu menjadi kunci agar pemulihan sektor pariwisata pascabencana dapat berjalan beriringan dengan kebangkitan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemulihan pariwisata Sumbar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan produk-produk lokal UMKM dan ekraf sebagai bagian dari daya tarik destinasi. Karena itu, akses pasar harus menjadi perhatian utama dalam setiap program pemulihan pascabencana.

“Yang dibutuhkan bukan hanya alatnya, tapi bagaimana hasilnya itu bisa benar-benar laku di pasaran. Itu yang harus kita bantu bersama,” pungkas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut. •aha