Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, usai kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (10/2/2026). Foto: Eki/Karisma.
PARLEMENTARIA, Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan pentingnya penguatan desa wisata berbasis masyarakat sebagai instrumen peningkatan ekonomi lokal dan pendapatan asli daerah (PAD). Hal tersebut disampaikannya kepada Parlementaria usai kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (10/2/2026)
“Saya melihat dari sudut pandang desa wisata ya, dimana hari ini Komisi VII menuju ke Surabaya, salah satu kota besar di Indonesia, yang ternyata punya kampung-kampung yang sudah siap menjadi kampung wisata atau desa wisata,” ujar Novita.
Menurutnya, Kampung Batik Okra berpotensi menjadi representasi kawasan perkotaan dengan nilai wisata yang berdampak terhadap ekonomi besar bagi masyarakat lokal apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan. Ia juga menilai, pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dapat menjadi referensi kebijakan bagi pemerintah daerah, terutama dalam mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif yang lahir dari gerakan warga.
“Kalau misalnya pemerintah itu melihat datang ke tempat ini, saya rasa banyak inspirasi yang akan didapat karena semuanya ini berawal dari gerakan masyarakat itu sendiri,” katanya.
Ia pun menambahkan, apabila pemerintah daerah mampu mengaktivasi dan mendampingi desa-desa wisata, maka hal tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD. “Kalau misalnya sebuah masyarakat digerakkan oleh pemerintah, saya rasa pemerintah akan lumayan terbantu bagaimana meningkatkan PAD di dalam daerahnya masing-masing melalui pengaktifasian desa-desa wisata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menekankan bahwa konsep desa wisata harus dipahami secara komprehensif, tidak hanya menonjolkan keindahan kawasan, tetapi juga aktivitas kreatif yang mampu menciptakan pengalaman bagi wisatawan. “Jadi desa wisata itu tidak hanya tentang seberapa indah desanya, seberapa indah kampungnya, tapi ada juga kreatif kegiatan-kegiatan yang bisa menghasilkan experience bagi para pengunjung,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kampung Batik Okra telah memiliki daya tarik nasional hingga internasional, dengan kunjungan yang berasal dari luar Surabaya, termasuk institusi pendidikan dan wisatawan mancanegara.
“Tadi saya juga sempat berdiskusi dengan para pembatik bahwa mayoritas yang datang kemari itu malah bukan dari orang Surabaya, tapi dari kampus-kampus atau sekolah-sekolah yang ada di Jakarta dan juga ada orang-orang luar, dalam artian foreign atau bule datang ke sini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, tandasnya, Komisi VII DPR RI mendorong agar desa-desa wisata yang telah terpilih dan diakui secara nasional dapat terus diaktivasi, diperkuat kelembagaannya, serta dipromosikan secara berkelanjutan untuk membawa nama Indonesia di tingkat global. “Komisi VII mendorong agar aktivasi kegiatan-kegiatan desa wisata yang sudah terpilih, menang, diakui secara nasional dan kemudian membawa nama Indonesia di kaca global,” pungkas Novita. •EKI/um