E-Media DPR RI

Bertemu Dubes Mesir, Komisi I Bahas ‘Board of Peace’ dan Dukungan Kemerdekaan Palestina

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia H.E. Mr. Yasser Elshemy di Ruang Delegasi DPR RI, Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Arief/Karisma.
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia H.E. Mr. Yasser Elshemy di Ruang Delegasi DPR RI, Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Arief/Karisma.


PARLEMENTARIA, Jakarta – 
Komisi I DPR RI menerima kunjungan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia H.E. Mr. Yasser Elshemy di Ruang Delegasi DPR RI. Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi geopolitik global, khususnya upaya mendorong perdamaian Palestina melalui inisiatif Board of Peace. Pertemuan berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026)

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan kunjungan kedua Duta Besar Mesir ke DPR RI sejak Mei 2025. Ia menegaskan, Komisi I DPR RI berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan diplomasi luar negeri, termasuk rencana kunjungan kerja ke Mesir dan sejumlah negara terkait.

“Dalam pertemuan ini kami membahas Board of Peace yang menjadi salah satu gagasan penting dalam mendorong perdamaian global, termasuk penyelesaian konflik Palestina. Ada kesamaan pandangan dan pemahaman antara Indonesia dan Mesir, baik terkait kondisi di lapangan maupun semangat persaudaraan yang telah terjalin lama,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Utut mengingatkan bahwa Mesir memiliki posisi historis yang sangat penting bagi Indonesia. Mesir tercatat sebagai negara Arab pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946, di bawah kepemimpinan Presiden Gamal Abdel Nasser. Hubungan sejarah tersebut, menurutnya, menjadi fondasi kuat kerja sama kedua negara hingga saat ini.

Dalam konteks Palestina, Utut menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi. Ia menyinggung pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 20 September 2025 yang menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai konsep paling ideal untuk perdamaian yang berkelanjutan.

“Langkah besar menuju Palestina merdeka harus dimulai dari langkah konkret. Indonesia mendukung penuh inisiatif-inisiatif internasional yang sejalan dengan pembukaan UUD 1945, yaitu ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Utut.

Ia juga menekankan bahwa DPR RI dan seluruh fraksi memiliki sikap yang sama dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Namun, dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan atau simbol semata, melainkan diwujudkan melalui diplomasi aktif dan kerja sama internasional.

Terkait kemungkinan keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian, Utut menegaskan bahwa Indonesia mengedepankan pendekatan damai dan tidak ingin terlibat dalam pertempuran. “Posisi Indonesia jelas, kita ingin dunia yang damai dan Palestina yang merdeka, tanpa membawa bangsa ini pada konflik bersenjata,” tegasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi penguatan koordinasi antara parlemen Indonesia dan Mesir, sekaligus menjadi bekal bagi DPR RI dalam menjalankan diplomasi parlemen di tingkat internasional, khususnya dalam mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina. •bit/rdn