Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi. Foto: Farhan/Karisma.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi menegaskan peran strategis pers dalam menjaga transparansi, membangun kesadaran publik, serta menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Erna dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diperingati setiap 9 Februari.
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Pers memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik, menjaga transparansi, serta menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Erna melalui rilis yang disampaikan Parlementaria di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut legislator dari Fraksi Partai NasDem, keberadaan media dan wartawan sangat krusial dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan berimbang kepada masyarakat. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia juga menyoroti tema HPN 2026, ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’, yang dinilainya mencerminkan posisi pers sebagai salah satu kekuatan dalam mendorong stabilitas ekonomi serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Erna menilai, pers yang profesional dan independen mampu menciptakan iklim informasi yang sehat, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih bijak.
“Pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang cerdas, ekonomi yang kuat, dan bangsa yang berdaulat. Karena itu, wartawan harus terus meningkatkan kualitas, menjaga independensi, dan berpegang pada fakta,” tutup Erna.
Puncak peringatan HPN 2026 diketahui digelar di Provinsi Banten pada 6–9 Februari 2026. Dalam perhelatan nasional tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu turut berpartisipasi dengan memberangkatkan 30 wartawan untuk mengikuti rangkaian kegiatan HPN di Kota Serang. Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Bengkulu, Erna berharap keikutsertaan wartawan Bengkulu dalam HPN 2026 dapat semakin memperkuat profesionalisme dan integritas pers daerah, sekaligus memperkokoh peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi. •rr/um