Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan dalam agenda Rapat Kerja Komisi XII DPR dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (03/02/26). Foto : Whafir/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi XII DPR RI mengapresiasi kinerja Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia Rosan Roeslani untuk menjaga iklim investasi nasional demi mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di berbagai daerah. Sebab itu, Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan menyampaikan bahwa target investasi nasional pada tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp2.175 triliun, yang dinilai sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga kisaran 6–7 persen.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai, seiring dengan konsistensi kepemimpinan Menteri Investasi dalam menjaga kepercayaan investor serta membangun hubungan baik lintas negara. Hal ini disampaikannya dalam agenda Rapat Kerja Komisi XII DPR dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (03/02/26).
“Komisi XII memberikan apresiasi dan mendorong agar target investasi 2026 dapat tercapai. Manfaatnya sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa dan negara,” ujar Rokhmat.
Menurutnya, capaian investasi nasional selama ini juga menunjukkan hasil positif, dengan realisasi yang melampaui target serta mampu menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja. Selain itu, investasi tidak lagi terpusat di Jakarta atau Pulau Jawa, melainkan telah menyebar ke berbagai wilayah seperti Sulawesi, Sumatera, dan daerah lainnya, sehingga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Rokhmat Ardiyan juga menekankan pentingnya kebermanfaatan investasi bagi masyarakat sekitar, termasuk UMKM dan tenaga kerja lokal di kawasan industri. Oleh karena itu, Komisi XII DPR RI, tegasnya, mendorong Kementerian Investasi agar terus memastikan investasi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Rokhmat menyoroti arah kebijakan investasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pengembangan investasi di sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT), hilirisasi, pertanian, dan kelautan. Sektor-sektor tersebut dinilai strategis karena memiliki dampak jangka panjang dan mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan. Maka dari itu, ia berkomitmen mendukung Kementerian Investasi dan Hilirisasi, baik melalui dukungan anggaran maupun regulasi, guna memperkuat ekosistem investasi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi pada masa depan Indonesia.
“Ini sangat bagus dalam menciptakan ekosistem baterai di Indonesia menuju Indonesia Green Energy. Investasi tidak hanya sekitar angka atau ekonomi, tapi juga investasi yang bersih, green, yang renewable. Kebermanfaatannya sangat luar biasa untuk masa depan Indonesia, untuk masa depan anak cucu kita kedepannya,” tegas Rokhmat. •gat/um