Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Transmigrasi di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: Mahesa/Karisma.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Teguh Iswara Suardi meminta Kementerian Transmigrasi untuk memperketat standar pemeriksaan kesehatan dan mental bagi para penerima beasiswa atau petugas lapangan yang akan dikirim ke daerah transmigrasi. Permintaan ini disampaikan menyusul kabar duka meninggalnya dua orang petugas muda saat menjalankan pengabdiannya.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Transmigrasi di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Lebih lanjut, ia menilai, semangat pengabdian yang tinggi dari para pemuda sering kali membuat mereka mengabaikan kondisi fisik akibatnya beratnya medan di lokasi penempatan.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar Kementerian Transmigrasi tidak hanya fokus pada seleksi akademis, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan pengetahuan tentang wilayah tujuan.
“Mungkin hanya sedikit saja saran bahwa untuk penerima beasiswa tadi, seperti kita ketahui, mungkin turut berduka cita juga kepada dua anak kita, adik kita yang mungkin berpulang saat bertugas. Ke depannya mungkin aspek kesehatan juga harus diperhatikan betul karena mungkin kadang-kadang mahasiswa ini terlalu bersemangat ingin mengabdi, tidak tahu bagaimana kondisi daerah pengabdiannya mereka,” ungkap Teguh dengan nada prihatin.
Legislator Dapil Sulawesi Selatan II ini mengusulkan adanya program pengayaan atau sosialisasi pra-keberangkatan yang lebih komprehensif. Hal ini, jelasnya, bertujuan agar SDM yang dikirim benar-benar siap menghadapi tantangan di daerah transmigrasi, baik secara mental maupun fisik.
“Hanya berdasarkan semangat, tapi juga harus mereka betul-betul mempersiapkan diri baik itu secara kesehatan, mental, fisik, dan juga tentu pengetahuan yang baik terhadap daerah yang akan ditujunya. Dan mungkin harus ada semacam, mungkin sudah dilakukan saya kurang tahu, ada semacam pengayaan dulu, ada semacam sosialisasi dulu sebelum berangkat supaya mereka jauh lebih siap ketika dikirim,” tegasnya.
Meski memberikan catatan evaluasi, Teguh tetap mengapresiasi program revitalisasi dan transformasi yang dicanangkan Menteri Transmigrasi dan berharap program tersebut semakin sukses di tahun 2026.“Tapi secara umum saya ingin mengapresiasi terhadap program-programnya dan mudah-mudahan bisa teramplifikasi lebih besar lagi di tahun 2026 ini,” tutup Teguh. •AMS/um