Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor dalam Rapat Kerja bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto : Mario/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor membeberkan fakta bahwa banyak layanan dasar di daerah, mulai dari kesehatan hingga pendidikan, hingga kini belum terpenuhi secara layak. Atas kondisi memprihatinkan tersebut, ia mendesak Kementerian PPN/Bappenas untuk segera merumuskan terobosan konkret agar ketimpangan infrastruktur dan layanan publik di daerah dapat teratasi tanpa harus menunggu waktu lama.
Dalam Rapat Kerja bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Jiddan sapaan akrabnya, mengungkapkan data spesifik terkait sektor kesehatan, di mana masih terdapat ratusan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang beroperasi tanpa tenaga medis memadai. Kondisi serupa juga terjadi di sektor pendidikan, di mana masih ada ribuan ruang kelas dalam kondisi rusak berat sehingga memaksa siswa belajar di tempat yang tidak aman.
“Hingga kini terdapat 423 Puskesmas tanpa dokter umum sama sekali. Ribuan Puskesmas lainnya minim tenaga medis, membuat layanan kesehatan dasar bagi rakyat di daerah terpencil nyaris tidak ada. Di satu kabupaten seperti Tasikmalaya, terdapat 1.613 ruang kelas SD atau SMP rusak berat, anak-anak terpaksa belajar di teras atau di luar gedung karena bangunan nyaris roboh,” ungkap Jiddan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Selain layanan dasar, Jiddan juga menyoroti anomali harga pangan. Ia mengkritik klaim surplus produksi beras dan jagung yang tidak sejalan dengan harga di pasaran yang terus mencekik konsumen dan menyumbang inflasi tinggi.
“Kementerian Pertanian boleh saja mengklaim produksi beras melimpah, namun faktanya harga beras terus mendaki. Jagung pipil untuk pakan ternak menembus Rp7.500 per kilogram, memicu kenaikan harga daging ayam dan telur. Di mana kehadiran Inpres dalam meredam gejolak harga bahan pokok strategis seperti ini?” tanyanya.
Ia mendesak Bappenas merumuskan terobosan konkret agar wilayah di luar Jawa dan kota besar bisa segera mendapatkan akses irigasi yang andal, puskesmas dengan dokter yang lengkap, dan sekolah yang layak pakai tanpa harus menunggu puluhan tahun dengan metode tambal sulam. •ipf,gal/aha