E-Media DPR RI

Produksi Minyak Blok Rokan Harus Ditingkatkan Melalui Pembaruan Teknologi dan Optimalisasi Sumur

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya saat memimpin Tim Kunspek Komisi XII mengunjungi PT. Pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/1/2026). Foto : Jk/Andri.
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya saat memimpin Tim Kunspek Komisi XII mengunjungi PT. Pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/1/2026). Foto : Jk/Andri.


PARLEMENTARIA, Pekanbaru 
— Produksi minyak di Blok Rokan didorong untuk tetap terjaga melalui pembaruan teknologi dan optimalisasi sumur tua. Hal ini seiring dengan usia lapangan migas yang telah beroperasi lebih dari tujuh dekade tersebut.

Menurutnya, Blok Rokan pertama kali ditemukan pada tahun 1941 dan mulai beroperasi pada 1954. Memasuki fase kedua sejak 1985, lapangan migas ini telah menggunakan teknologi steamflood yang pada masanya merupakan teknologi terdepan di dunia. Namun, seiring usia lapangan yang semakin tua, pembaruan teknologi dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“Blok Rokan ini sudah berada pada fase penurunan alamiah (natural decline) sekitar 11 persen karena faktor usia sumur. Oleh karena itu, diperlukan kebaruan teknologi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi,” ujar Bambang saat memimpin Tim Kunspek Komisi XII mengunjungi PT. Pertamina Hulu Rokan di Pekanbaru, Riau, Jumat (23/1/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menambahkan, sejak pengelolaan Blok Rokan diambil alih oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), tercatat telah dilakukan pengeboran sekitar 2.130 sumur dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Upaya tersebut dilengkapi dengan program work over, work intervention, serta pengeboran infill untuk mengoptimalkan kinerja sumur-sumur tua.

“Kami tentunya juga mendorong agar penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) generasi ketiga sebagai langkah lanjutan guna menahan laju penurunan produksi dan meningkatkan perolehan minyak,” ungkapnya.

Terkait pergantian pengurus di lingkungan PHR, Legislator Dapil Bangka Belitung ini berharap, manajemen baru dapat melanjutkan percepatan adaptasi dan implementasi kebijakan strategis, terutama dalam menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah. 

Jika dilihat dari sisi anggaran, investasi atau capital expenditure (capex) Blok Rokan dinilai cukup besar. Namun demikian, tantangan utama berada pada tahap implementasi agar seluruh rencana kerja dapat terlaksana secara optimal.

“Selama capex sudah ditetapkan dan dilaksanakan dengan baik, kita optimistis kinerja Blok Rokan ke depan dapat tetap terjaga,” tutupnya. •jk/rdn