Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI, ke Puspenerbad, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, kamis (22/1/2026). Foto: tra/Mahendra
PARLEMENTARIA, Tangerang Selatan – Dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) Puspenerbad dituntut untuk bisa bertranformasi mengikuti ancaman yang semakin kompleks. Melihat hal itu Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendorong optimalisasi Puspenerbad khsusnya dari sisi jumlah personel dan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Dari sisi personalia, kami melihat masih ada ruang yang cukup besar untuk peningkatan. Demikian juga dari kesiapan alutsista, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperkuat,” ujar Sukamta usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI, ke Puspenerbad, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, kamis (22/1/2026).
Dalam konteks penguatan alutsista politisi fraksi PKS itu menekankan, pentingnya perencanaan yang komprehensif, tidak hanya pada pengadaan, tetapi juga pada aspek perawatan. Ia berharap setiap pengadaan pesawat atau alutsista lainnya juga diiringi dengan skema perawatan jangka menengah dan panjang. “Harapan kami, pengadaan alutsista tidak berhenti pada pembelian, tetapi juga disertai perawatan multi years agar kesiapan operasional dapat terjaga secara berkelanjutan,” jelas Sukamta.
Disamping itu Sukamta turut mencermati pengelolaan aset Puspenerbad, khususnya aset tanah yang tersebar di berbagai pangkalan dan pulau besar di Indonesia. Ia menyebutkan masih terdapat sejumlah catatan yang perlu segera diselesaikan, antara lain terkait status sertifikasi dan potensi tumpang tindih hak kepemilikan. “Temuan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut Komisi I DPR RI dalam rapat kerja bersama pimpinan TNI dan Menteri Pertahanan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanudin yang menekankan, pentingnya penguatan Puspenerbad secara menyeluruh. Ia turut menyoroti pentingnya dukungan kesejahteraan bagi prajurit Penerbad sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan kesiapan satuan. “Pemenuhan alutsista perlu dilakukan secara optimal agar tingkat kesiapan operasional dapat mencapai minimal 80 hingga 90 persen,” pungkasnya.
Lebih lanjut politisi fraksi PDIP itu juga berharap agar Korps Penerbangan TNI Angkatan Darat memiliki hak dan pola karier yang setara dengan perwira TNI AD lainnya, baik dari sisi jenjang maupun pengembangan karier. “Saya harapkan korps penerbangan angkatan darat itu memiliki hak yang sama, karir yang sama seperti perwira-perwira TNI angkatan darat yang lain pola karir, jenjang karirnya,” jelas Hasanuddin.
Sebelumnya Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mochammad Masrukin dalam paparannya menyampaikan, organisasi Penerbad mampu melaksanakan tugas penerbangan dalam rangka mendukung tugas operasi TNI. “Kekuatan personel Penerbad saat ini berjumlah 2.227 orang (69 persen dari TOP) masih mampu melaksanakan tugas pokok dan tugas-tugas operasi penerbangan lainnya. Kesiapan Alutsista saat ini sebesar 43 persen dapat mendukung tugas operasi TNI namun akan lebih optimal seiring dengan peningkatan kesiapannya,” pungkasnya.
Lebih lanjut ia berharap Komisi I DPR RI kedepannya dapat mendukung upaya peningkatan atau penambahan pangkalan, fasilitas dan sarana prasarana Penerbad. “Ini sebagai bentuk dukungan pengembangan organisasi maupun modernisasi dan peningkatan kekuatan Alutsista sehingga dapat mengoptimalkan peran Penerbad dalam kegiatan operasi TNI,” imbuhnya. •tra/aha