E-Media DPR RI

Sofwan Dedy Nilai Mutu Konstruksi Awal Penentu Kualitas Tol Serang–Panimbang

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke ruas Tol Serang–Panimbang, Serang, Banten, Kamis (22/1/2025). Foto: fa/Mahendra.
Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke ruas Tol Serang–Panimbang, Serang, Banten, Kamis (22/1/2025). Foto: fa/Mahendra.


PARLEMENTARIA, Serang
 – Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto menegaskan bahwa kualitas konstruksi pada tahap awal pembangunan menjadi faktor krusial dalam menjamin terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol. Penegasan tersebut disampaikannya saat Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke ruas Tol Serang–Panimbang sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap proyek infrastruktur strategis nasional.

Sofwan menilai, berbagai persoalan pelayanan dan keselamatan yang kerap muncul pada jalan tol yang telah beroperasi umumnya berakar dari lemahnya perencanaan serta pelaksanaan konstruksi sejak awal pembangunan. Oleh karena itu, pengawasan pada fase konstruksi dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan koreksi ketika jalan tol sudah digunakan masyarakat.

“Pemenuhan standar pelayanan minimal sangat ditentukan oleh kualitas konstruksi awal. Kalau dari awal sudah tidak sesuai standar, maka ke depan akan selalu muncul persoalan,” ujar Sofwan saat ditemui Parlementaria di Serang, Banten, Kamis (22/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa pengawasan sejak dini tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis semata, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan efisiensi anggaran. Menurutnya, perbaikan berulang akibat kualitas konstruksi yang kurang baik justru akan membebani pengelola maupun negara.

Sofwan juga menyoroti peran strategis konsultan pengawas dalam proyek pembangunan jalan tol. Ia menekankan bahwa konsultan pengawas harus menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, independen, dan berbasis kondisi lapangan, bukan sekadar memenuhi aspek administratif.

“Konsultan pengawas harus betul-betul memastikan setiap tahapan pembangunan sesuai spesifikasi teknis. Pengawasan tidak boleh hanya di atas kertas,” tegas Legislator Fraksi PDI-Perjuangan.

Lebih lanjut, Sofwan menegaskan bahwa Komisi V DPR RI tidak ingin pembangunan infrastruktur hanya berorientasi pada percepatan penyelesaian fisik proyek. Menurutnya, kualitas layanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan jalan tol.

“Kami ingin ketika tol ini beroperasi, masyarakat merasa aman dan nyaman. Itu sebabnya pengawasan kami lakukan sejak tahap konstruksi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil kunjungan kerja ini akan menjadi bahan evaluasi Komisi V DPR RI dalam pembahasan bersama kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian PUPR dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Sofwan menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus mengawal pembangunan Tol Serang–Panimbang agar memenuhi standar yang ditetapkan serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan pembangunan daerah. •fa/aha