Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarat (BAM) DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) BAM DPR RI dengan Penjaga Warisan Sunda (PEWARIS) di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: Mahendra.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarat (BAM) DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan pihaknya, BAM, akan membantu dan mengawasi konflik terkait Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Sehingga BAM akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait pada kebung binatang tersebut.
“Masyarakat, yayasan, pemerintahan kota dan mungkin kalangan para budayawan, para cendikiawan perguruan tinggi yang bisa menjadikan research untuk pengembangan keilmuan (tentang) kehewanan dan sebagainya,” jelas Agun saat diwawancarai Parlementaria usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) BAM DPR RI dengan Penjaga Warisan Sunda (PEWARIS) di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurut Legislator Dapil Jawa Barat X ini, Kebun Binatang Bandung tidak hanya sekedar wisata namun sebagai bentuk sejarah, warisan budaya sekaligus peradaban tentang kehidupan. Lebih jauh, kebun binatang tersebut juga memiliki fungsi sebagai tempat untuk melakukan riset dan penelitian.
Maka dari itu, BAM sepakat untuk menyelamatkan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) dengan melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait. “BAM bersepakat untuk menyelamatkan itu semua, jangan ditutup. BAM DPR RI berpandangan agar kebun binatang tetap dibuka agar bisa melakukan operasional kembali tetapi bukan untuk memberikan keuntungan pada salah satu pihak,” ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Agun mengimbau agar pihak terkait turut memperhatikan kondisi satwa-satwa yang ada di kebun binatang. Selain itu ia menambahkan, BAM, akan menjadwalkan untuk melakukan kunjungan ke Kebun Binatang Bandung di waktu tertentu. •aym/aha