E-Media DPR RI

Atalia Apresiasi Layanan Whoosh, Dorong Perbaikan Aksesibilitas Stasiun di Jawa Barat

Anggota BURT DPR RI Atalia Praratya saat kunjungan kerja Badan Urusan Rumah Tanggak ke Stasiun Whoosh (Tegalluar), Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Foto : Runi/Andri.
Anggota BURT DPR RI Atalia Praratya saat kunjungan kerja Badan Urusan Rumah Tanggak ke Stasiun Whoosh (Tegalluar), Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Foto : Runi/Andri.


PARLEMENTARIA, Bandung 
– Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan layanan keprotokolan anggota DPR RI di wilayah Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, Anggota BURT DPR RI Atalia Praratya memberikan apresiasi terhadap kualitas layanan Kereta Cepat Whoosh yang dinilai semakin diminati masyarakat.

Atalia mengaku dirinya sebagai pengguna setia Whoosh dan merasakan langsung manfaat kehadiran moda transportasi tersebut, khususnya dalam memangkas waktu tempuh dan mengurangi dampak kemacetan yang selama ini kerap terjadi di Jawa Barat.

“Whoosh ini betul-betul memotong waktu perjalanan dan memberikan kenyamanan luar biasa. Manajemennya sangat memperhatikan kualitas layanan, mulai dari pembelian tiket, ruang tunggu, hingga fasilitas pendukung seperti musala dan toilet yang terjaga dengan baik,” ujar Atalia usai melakukan kunjungan kerja Badan Urusan Rumah Tanggak ke Stasiun Whoosh  (Tegalluar), Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (19/1/2026).

Ia menilai, kualitas layanan Whoosh relatif merata di semua kelas. Bahkan menurutnya, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelas ekonomi dan kelas bisnis dari sisi kebersihan dan kenyamanan.

“Semua penumpang diperlakukan sama. Saya sendiri sering menggunakan kelas ekonomi karena kenyamanannya tidak berbeda. Ini menunjukkan layanan yang inklusif dan profesional,” tambah Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Meski demikian, Atalia menyoroti masih adanya pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, khususnya terkait aksesibilitas menuju sejumlah stasiun, seperti Padalarang, Tegalluar, dan Karawang. Ia menilai akses menuju stasiun masih belum optimal dan perlu kolaborasi lintas pihak. •rni/rdn