Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya foto bersama usai audiensi dengan Komunitas Eco Enzyme Indonesia Bersatu di Ruang Rapat Komisi XII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto : Farhan/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai pemanfaatan eco enzyme berpotensi mendukung pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), khususnya dalam menekan dampak lingkungan dari timbunan sampah. Hal tersebut disampaikannya dalam audiensi Komisi XII DPR RI dengan Komunitas Eco Enzyme Indonesia Bersatu di Ruang Rapat Komisi XII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Bambang Patijaya menjelaskan bahwa dalam audiensi tersebut dipaparkan hasil pemanfaatan eco enzyme pada sejumlah TPA di berbagai daerah. Menurutnya, eco enzyme yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik dinilai mampu membantu mengurangi bau, polusi udara, serta emisi gas metana dari timbunan sampah.
“Tadi dipaparkan pemanfaatan eco enzyme di beberapa TPA, seperti di Batu, Bantul, Manado, dan Bali. Dari hasil yang disampaikan, eco enzyme ini berpotensi membantu menekan bau dan gas metana di TPA,” ujar Bambang.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu menilai, pengelolaan TPA selama ini masih menjadi persoalan serius di banyak daerah. Oleh karena itu, Bambang memandang perlu adanya inovasi berbasis masyarakat yang dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengelola sampah secara lebih ramah lingkungan.
“Pengelolaan TPA ini memang tidak mudah. Karena itu, inovasi seperti eco enzyme yang melibatkan peran masyarakat patut mendapat perhatian,” katanya.
Bambang Patijaya menambahkan, pemanfaatan eco enzyme di TPA juga dapat menjadi bagian dari upaya pengurangan dampak lingkungan jangka panjang, khususnya terkait pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca.
Menurutnya, Komisi XII DPR RI mendorong agar potensi pemanfaatan eco enzyme tersebut dapat terus dikaji dan diuji secara berkelanjutan, sehingga penerapannya di TPA dapat dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Kami melihat ini sebagai potensi yang menarik. Tentu perlu kajian lanjutan dan pengujian yang berkelanjutan agar pemanfaatannya di TPA bisa dilakukan secara tepat dan terukur,” tegas Bambang.
Ke depan, Komisi XII DPR RI, lanjutnya, akan mendorong adanya sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan komunitas dalam upaya pengelolaan TPA yang lebih baik dan berwawasan lingkungan. •fa/aha