Anggota Komisi I DPR RI Mohammad Sohibul Iman saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI ke Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025). Foto: Aditya/Mahendra.
PARLEMENTARIA, Semarang — Anggota Komisi I DPR RI Mohammad Sohibul Iman mengapresiasi kinerja Pangkalan Udara Utama Angkatan Darat (Lanumad) Ahmad Yani, terutama dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Namun, ia menilai performa tersebut belum didukung secara optimal oleh ketersediaan personel maupun kondisi alat utama sistem senjata (alutsista) yang telah menua.
Hal tersebut disampaikan Sohibul saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI ke Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025).
Politisi Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa Lanumad Ahmad Yani memegang peran strategis karena menjalankan tugas dengan spektrum yang luas, mulai dari pengamanan VVIP hingga fungsi teritorial. Menurutnya, berbagai tugas non-perang yang dijalankan Lanumad, termasuk pelayanan masyarakat, mencerminkan kontribusi nyata satuan ini.
“Peran-peran yang dimainkan Lanumad sangat luar biasa, mulai dari pengamanan Presiden, Wakil Presiden dan keluarganya hingga pemberdayaan masyarakat. Kinerja OMSP mereka patut diapresiasi,” ujar Sohibul.
Meski demikian, Sohibul menilai ada persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait Daftar Susunan Personel dan Perlengkapan (DSPP). Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah personel Lanumad saat ini baru mencapai 71 persen dari kebutuhan ideal.
“Personel mereka sekarang hanya 71 persen dari yang dibutuhkan. Artinya masih kurang 29 persen. Ini harus menjadi perhatian, termasuk upaya penambahan dan pemerataan personel,” jelas Legislator Dapil Jawa Barat XI tersebut.
Selain kekurangan tenaga, kondisi alutsista juga dinilai tidak lagi memadai. Banyak peralatan yang sudah tua dan membutuhkan peremajaan agar bisa mendukung kebutuhan operasi yang semakin kompleks. Sohibul juga menyoroti perlunya penyesuaian struktur organisasi yang saat ini sudah tidak sepenuhnya relevan dengan kebutuhan lapangan.
Menanggapi berbagai temuan itu, Sohibul menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan membawa isu kekurangan personel, peremajaan alutsista, serta pembaruan struktur ke pembahasan tingkat pusat bersama KSAD dan Menteri Pertahanan.
“Nanti akan kami bicarakan, dan jika berimplikasi pada anggaran, tentu kami di Komisi I akan memperjuangkannya. Anggarannya harus ditingkatkan agar Lanumad memiliki dukungan yang layak,” tegasnya. •ams/aha