Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna saat melakukan kunjungan kerja spesifik di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, Jumat (7/11/2025). Foto : Oji/Andri.
PARLEMENTARIA, Semarang— Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna menegaskan pentingnya kesiapan dan mitigasi terhadap ancaman banjir rob di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, Jumat (7/11/2025). Hal tersebut disampaikan Ateng saat melakukan kunjungan kerja spesifik bersama Komisi XII untuk memastikan kesiapan pengelola dalam menghadapi risiko banjir rob yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
“Dengan perubahan iklim ini akan mengancam operasional PLTGU Tambak Lorok karena berada di daerah rawan banjir rob. Kami ingin memastikan sejauh mana desain dan perencanaan mereka agar ancaman banjir rob tidak mengganggu operasional, tetap aman meskipun terjadi banjir,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Subang) tersebut juga menyoroti risiko banjir rob 100 tahunan yang berpotensi memberikan dampak besar terhadap keberlanjutan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
“Kami ingin tahu sejauh mana PLN Indonesia Power menyiapkan tanggul, kekuatannya untuk berapa tahun ke depan, serta bagaimana kesiapan pompa-pompa air,” jelasnya.
“Bagaimana kalau terjadi risiko gabungan, banjir rob ekstrem, hujan ekstrem, dan pompa tidak berfungsi, sementara air laut pasang karena bulan purnama? Kondisi seperti ini bisa berisiko melumpuhkan operasional,” tambah Ateng.
Ateng menegaskan, langkah mitigasi yang matang menjadi kunci untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke wilayah Semarang, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekitarnya. “Kami ingin memastikan suplai listrik tetap aman. Syukurlah pihak PLN sudah menjelaskan dan memikirkan semua situasi tersebut. Insya Allah, untuk beberapa tahun ke depan kita masih dalam kondisi aman,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Komisi XII DPR RI dalam mendorong ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah-wilayah strategis yang menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi bencana alam. •oji/rdn