E-Media DPR RI

Zulfikar Hamonangan Soroti Berbagai Kendala Operasional PLTGU Tambak Lorok Semarang

Anggota Komisi XII DPR RI, Zulfikar Hamonangan saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). Foto : Oji/Andri.
Anggota Komisi XII DPR RI, Zulfikar Hamonangan saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). Foto : Oji/Andri.

PARLEMENTARIA, Semarang — Anggota Komisi XII DPR RI, Zulfikar Hamonangan menyoroti pentingnya keterbukaan dari PT PLN Indonesia Power terkait berbagai kendala yang dihadapi dalam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok. Hal ini disampaikan Zulfikar saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025).

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Deputi PPKL Kementerian Lingkungan Hidup, Perwakilan Direksi PT PLN (Persero), Perwakilan Direksi PT PLN Indonesia Power, serta Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

“Dalam kesempatan Kunjungan Kerja Komisi XII DPR kali ini, kita berharap juga disampaikan kendalanya selama ini, apakah ada masalah dalam operasional PLTGU, persoalan anggaran dalam perawatan mesin misalnya,” ujar Zulfikar.

Politisi Partai Demokrat ini juga menyoroti persoalan ketersediaan suku cadang dalam mendukung kelancaran operasional PLTGU Tambak Lorok. Ia menanyakan apakah pasokan suku cadang, terutama untuk komponen penting seperti turbin, dapat terpenuhi dengan cepat saat terjadi kerusakan.

“Misalnya jika terjadi kerusakan turbin, apakah suku cadang bisa cepat terselesaikan atau justru terlambat datang,” tambahnya.

Selain aspek teknis, Zulfikar juga menyoroti dampak sosial dan lingkungan dari operasional pembangkit tersebut. Ia mempertanyakan sejauh mana tingkat kebisingan akibat aktivitas PLTGU dirasakan oleh masyarakat sekitar dan bagaimana langkah-langkah mitigasi yang dilakukan oleh PLN Indonesia Power.

“Terkait dampak kebisingan akibat operasional PLTGU Tambak Lorok selama ini apakah juga dikeluhkan masyarakat sekitar, dan bagaimana solusinya?” tandasnya.

Legislator asal Daerah Pemilihan Banten III itu juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, termasuk upaya pengurangan efek gas rumah kaca, antisipasi kebocoran uap gas, serta penanganan polusi udara di sekitar pembangkit.

“Saya berharap berbagai penghargaan yang diterima PLN Indonesia Power terkait operasional PLTGU Tambak Lorok sebagai salah satu dari 20 pembangkit listrik PLN yang meraih Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar dipertahankan dan ditingkatkan,” pungkasnya.

Penghargaan Proper Emas tersebut menjadi bukti komitmen PLN Indonesia Power dalam mengoperasikan pembangkit yang efisien dan ramah lingkungan. Keberhasilan PLTGU Tambak Lorok Blok 3 juga menunjukkan penerapan teknologi canggih yang mampu meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi gas buang. •oji/rdn