E-Media DPR RI

Temui Pewarna Tekstil Pada Makanan, Komisi IX DPR Sidak Pasar Modern BSD Jelang Lebaran

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (11/3/2026). Foto : Galuh/Andri.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (11/3/2026). Foto : Galuh/Andri.


PARLEMENTARIA, Tangerang Selatan
 – Komisi IX DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Modern BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, untuk memastikan keamanan bahan pangan yang beredar di masyarakat menjelang Idul Fitri. Dalam sidak tersebut, tim menemukan masih ada produk pangan yang mengandung bahan berbahaya berupa pewarna tekstil Rhodamin B.

“Jadi, hari ini kami hadir, tim Komisi IX hadir di Kota Tangerang Selatan khususnya di Pasar Modern BSD untuk melakukan kunjungan dan melihat sendiri apa yang dijual oleh para pedagang di sini,” ujar Charles kepada Parlementaria saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI ke Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Komisi IX DPR RI didampingi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, serta dinas terkait. Tim juga melakukan pengambilan sampel terhadap sejumlah produk pangan yang dijual di pasar tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap sampel tersebut, ditemukan beberapa produk yang mengandung zat berbahaya berupa Rhodamin B yang merupakan pewarna tekstil dan tidak diperuntukkan bagi pangan.

“Kami juga sempat mengambil sampel dari beberapa barang yang dijual di sini dan ternyata memang ditemukan ada sedikit yang mengandung beberapa bahan berbahaya seperti Rhodamin B atau pewarna tekstil,” kata Charles.

Ia menjelaskan, temuan tersebut berasal dari produk pangan seperti kerupuk dan pacar cina yang dijual di pasar. Meskipun jumlahnya tidak banyak, penggunaan zat tersebut tetap berbahaya bagi kesehatan masyarakat. “Yang ditemukan hari ini ada kerupuk dan pacar cina yang mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil. Memang jarang digunakan, tetapi ini berbahaya untuk kesehatan bagi kita semua,” jelasnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IX DPR meminta para pedagang segera mengganti pemasok atau sumber bahan pangan yang lebih aman. “Kami juga tadi saat berkeliling menyampaikan kepada para pedagang bahwa kalau nanti ditemukan ada produk yang mengandung zat berbahaya, sebaiknya pedagang segera mengganti supplier dan mencari produk yang benar-benar aman untuk dijual kepada masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataan, ia berharap kegiatan pengawasan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin oleh instansi terkait, meskipun tanpa kehadiran DPR. Baginya, pengawasan yang berkelanjutan penting untuk memastikan masyarakat dapat mengonsumsi pangan yang aman dan layak.

“Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini tanpa kehadiran kami pun akan sering dilakukan, melakukan sampling dan pengecekan sehingga masyarakat di Tangerang Selatan bisa mengonsumsi bahan-bahan secara aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi IX DPR RI yang dinilai dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keamanan pangan. Ia berharap pengawasan bersama antara DPR RI, BPOM, dan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan guna melindungi masyarakat dari peredaran pangan yang tidak aman.

“Ya mudah-mudahan sinergitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah bisa terus dilanjutkan,” tandasnya. •gal/um