E-Media DPR RI

Tragedi Banjir dan Longsor di PT IMIP Alarm Nasional Lemahnya Tata Kelola Lingkungan

Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal. Foto : Ist/Andri.
Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal. Foto : Ist/Andri.


PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal meminta pemerintah segera melakukan pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lingkungan tambang. Hal itu agar kejadian seperti di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah tidak terulang.

Menurutnya, tragedi banjir dan longsor yang menelan korban jiwa di kawasan PT IMIP menjadi alarm nasional atas lemahnya tata kelola lingkungan di kawasan industri tambang

“Peristiwa di IMIP tidak dapat dipandang semata sebagai bencana alam, perlu ditelusuri keterkaitan antara kondisi daerah aliran sungai (DAS), aktivitas pertambangan, serta efektivitas pengawasan izin lingkungan di kawasan tersebut,” ujarnya dikutip Parlementaria, di Jakarta, Rabu (3/3/2026).

Berdasarkan informasi dari BNPB, peristiwa tanah longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Rabu (18/2).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menambahkan, peristiwa serupa juga terjadi pada 22 Maret 2025 yang mana tiga pekerja tertimbun longsor di kawasan PT IMIP, dua orang di antaranya ditemukan tewas di lokasi kejadian.

Ia menegaskan, fokus utama pemerintah dan pelaku usaha saat ini harus diarahkan pada solusi pencegahan. Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menekan risiko banjir dan longsor, khususnya di wilayah dengan intensitas aktivitas tambang yang tinggi. •hal/rdn