Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari dalam Kunjungan Kerja Spesifik di Surabaya , Jawa Timur, Kamis (11/3/2026). Foto: Aaron/Mahendra.
PARLEMENTARIA, Surabaya – Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari memastikan kesiapan pasokan energi di Jawa Timur saat Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026. Hal tersebut disampaikan setelah Komisi XII melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Surabaya guna memantau kesiapan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) yang dikelola oleh mitra kerja di sektor energi.
Ratna menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Kunjungan kerja spesifik kami hari ini adalah untuk memastikan ketersediaan pasokan serta distribusi dan juga kualitas dari elektrifikasi maupun BBM yang telah dipersiapkan oleh mitra kami dari Kementerian ESDM, dalam hal ini PLN dan juga Pertamina area regional Jawa Timur,” ujarnya kepada Parlementaria, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa paparan dari PLN dan Pertamina dalam pertemuan itu, menunjukkan kesiapan yang cukup baik dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama Ramadan hingga Idulfitri. “Alhamdulillah paparannya sangat komprehensif dan kami merasa yakin bahwa dalam pelaksanaan pelayanan selama Ramadan maupun Idulfitri tahun 2026 ini akan bisa tertangani dengan baik,” tambah Ratna.
Lebih lanjut, Ratna juga menyoroti peningkatan kapasitas listrik yang telah disiapkan PLN sebagai bagian dari langkah antisipasi lonjakan konsumsi energi masyarakat. “Dari paparan teman-teman PLN sudah menaikkan kuota ketersediaan sampai dengan 2000 megawatt,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan infrastruktur untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik yang semakin meningkat. “Ada penambahan SPKLU untuk mengantisipasi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik di sekitar 16 titik di area Jawa Timur,” tutup Ratna.
Menurut Politisi Fraksi PKB itu, langkah tersebut menunjukkan kesiapan sektor energi nasional untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran. •aar/rdn