Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana saat mengikuti Tim Kunspek Komisi XII DPR mengunjungi Integrated Terminal Pertamina Palembang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/3/2026). Foto : Jaka/Andri.
PARLEMENTARIA, Palembang — Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana menyoroti masih adanya ketimpangan akses listrik di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Hal ini menjadi perhatiannya lantaran provinsi tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional dan mengalami surplus kelistrikan, hingga bisa didistribusikan ke wilayah sumatera lain seperti Lampung dan Bengkulu namun kerap terjadi ketimpangan akses listri
Dalam pertemuan tersebut, Politisi F-Golkar ini menegaskan pentingnya pemerataan distribusi listrik hingga ke daerah-daerah yang selama ini masih menunggu perluasan jaringan atau grid extension. Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat menikmati listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Sumatera Selatan ini merupakan lumbung energi. Karena itu kami meminta kepada mitra kerja, khususnya PLN, agar seluruh output listrik yang dihasilkan di Sumsel dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat,” ujar Dewi usai mengikuti Tim Kunspek Komisi XII DPR mengunjungi Integrated Terminal Pertamina Palembang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/3/2026).
Legislator Dapil Sumsel II ini juga menyampaikan bahwa, masih banyak usulan perluasan jaringan listrik di daerah pemilihannya di Sumatera Selatan II meliputi 11 wilayah kabupaten/kota, yaitu: Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Pagar Alam, dan Kota Prabumulih.
Oleh karena itu, ia meminta PLN memberikan perhatian khusus terhadap berbagai proposal yang telah diajukan agar masyarakat di desa-desa dapat segera menikmati akses listrik. “Tadi PLN juga sudah menjelaskan bahwa salah satu kendala utama dalam perluasan jaringan listrik adalah keterbatasan anggaran. Meski demikian, perusahaan listrik negara tersebut berkomitmen merealisasikan program perluasan jaringan secara bertahap berdasarkan skala prioritas setiap tahun,” imbuh Dewi.
Selain itu, Dewi juga menyinggung program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang merupakan program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Baginya, program ini memberikan bantuan pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Sebagai informasi, program tersebut telah menjangkau sekitar 8.000 rumah tangga di Sumatera Selatan. Sebagian di antaranya merupakan aspirasi yang disampaikan melalui anggota DPR dari daerah pemilihan setempat.
“Bantuan ini berupa pemasangan listrik baru lengkap dengan KWh meter gratis, empat titik lampu beserta kabelnya, serta token listrik senilai Rp100 ribu. Program ini memang diperuntukkan khusus bagi masyarakat prasejahtera,” tandasnya. •jk/um