Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Anton Sukartono Suratto dari Komisi I DPR RI, saat kunjungan kerja reses ke Markas Kodam XXI/Raden Inten, Lampung, Jumat (6/3/2026). Foto: Blf/Karisma.
PARLEMENTARIA, Lampung — Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Anton Sukartono Suratto dari Komisi I DPR RI mengapresiasi inovasi pembinaan teritorial yang dilakukan Kodam XXI/Raden Inten di Lampung, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap berbagai inovasi yang dipaparkan Pangdam terkait pembinaan teritorial (Binter), termasuk penggunaan teknologi untuk memantau produktivitas lahan pertanian.
“Saya sangat bersyukur hari ini bisa kembali ke Kodam XXI/Raden Inten. Kami datang untuk mengetahui langsung program pembinaan teritorial yang dipaparkan oleh Pangdam, dan ternyata sangat luar biasa,” ujar Anton saat kunjungan kerja reses ke Markas Kodam XXI/Raden Inten, Lampung, Jumat (6/3/2026).
Ia mencontohkan inovasi berupa aplikasi yang mampu memantau hingga 10 hektare lahan pertanian secara detail. Melalui sistem tersebut, perkembangan tanaman dapat dipantau, termasuk estimasi hasil panen dan potensi pendapatan yang dapat diperoleh petani.
“Bayangkan, beliau menciptakan aplikasi untuk mengecek 10 hektare lahan pertanian—berapa yang akan panen, hasilnya berapa, bahkan estimasi pendapatannya. Ini luar biasa,” katanya.
Anton juga menyoroti inovasi lain dalam pemantauan peternakan, termasuk pengawasan produksi telur melalui sistem digital yang dapat dipantau secara daring. Menurutnya, peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan merupakan langkah yang sangat strategis.
Selama ini, tugas TNI identik dengan menjaga pertahanan negara dan penanganan terorisme, namun kini juga berperan aktif dalam membina sektor pertanian dan peternakan masyarakat. “Kalau tentara mengurus pertahanan itu sudah biasa, mengurus terorisme juga sudah biasa. Tapi ketika ikut membina ketahanan pangan, ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Anton juga menyoroti tantangan regenerasi petani di Indonesia. Ia menilai sebagian besar petani saat ini berusia di atas 50 tahun, sehingga diperlukan upaya serius untuk menarik minat generasi muda agar terlibat di sektor pertanian.
Dengan adanya pendampingan dari TNI melalui pembinaan teritorial, ia optimistis ketahanan pangan nasional dapat semakin kuat. “Dengan adanya tentara yang ikut membina ketahanan pangan, insyaallah kita punya fondasi pangan yang kuat ke depan. Kami sangat bersyukur hari ini mendapat banyak pencerahan dari Pangdam, dan tentu kami berterima kasih,” tambahnya.
Kunjungan kerja reses Komisi I ke Lampung ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan parlemen terhadap pelaksanaan tugas dan program strategis di bidang pertahanan, sekaligus untuk melihat secara langsung kontribusi TNI dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan di daerah. •blf/aha