Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda usai Diskusi Dialektika Demokrasi bertema ‘Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman’ di Ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Foto : Mahendra/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menyoroti tingginya angka kecelakaan pemudik pengguna sepeda motor dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, berdasarkan catatannya sejak 2022 hingga 2025, sebanyak 75,9 persen kecelakaan mudik dialami oleh pengguna sepeda motor. Angka tersebut setara dengan 179.566 pemudik.
“Saya mencatat sejak tahun 2022 hingga tahun 2025 yang lalu ada presentasi yang cukup tinggi sekali dimana tingkat kecelakaan mudik 75,9 persen itu kecelakaan yang dialami oleh para pengguna sepeda motor,” ujar Huda dalam agenda Diskusi Dialektika Demokrasi yang bertema ‘Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman’ bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dengan Biro Pemberitaan DPR RI di ruang Abdul Muis, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Lebih lanjut, ia menilai perlu adanya langkah intervensi serius dari pemerintah untuk menekan angka kecelakaan tersebut. Salah satu opsi yang diusulkan adalah pembatasan pemudik yang menggunakan sepeda motor, khususnya yang membawa keluarga, dengan mengkonversinya ke program mudik gratis menggunakan moda transportasi lain seperti bus atau kereta api.
Apalagi, menurutnya, kebijakan pelarangan total belum memungkinkan dilakukan. Namun, pembatasan dengan solusi alternatif berupa fasilitas angkutan gratis dinilai lebih realistis dan tetap berpihak pada masyarakat. “Kalau pengguna sepeda motor bisa dikonversi dan difasilitasi dengan angkutan gratis, maka secara otomatis akan mengurangi potensi kecelakaan,” tegasnya.
Dirinya juga menyoroti kelompok usia yang paling rentan mengalami kecelakaan, yakni 17 hingga 25 tahun dengan persentase mencapai 28,54 persen. Selain itu, terdapat pula kasus pengendara di bawah usia 17 tahun yang turut terlibat dalam arus mudik menggunakan sepeda motor bersama keluarganya.
Menilai fenomena tersebut, ia mengingatkan seluruh pihak terkait memberikan perhatian serius karena menyangkut keselamatan generasi muda. Mengakhiri pernyataan, ia ingin sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat menghasilkan kebijakan konkret untuk menekan risiko kecelakaan, sehingga pelaksanaan Mudik 2026 dapat berlangsung lebih aman bagi seluruh masyarakat.
“Kita tidak boleh mempertaruhkan masa depan anak-anak muda kita karena kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkasnya. •mds/um