Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VII ke Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2026). Foto: Shane/Alma.
PARLEMENTARIA, Tangerang Selatan – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai pengembangan industri poperti yang membangun kawasan perumahan di Kota Tangerang Selatan perlu diiringi dengan perencanaan tata wilayah dan infrastruktur transportasi yang matang. Hal itu agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Menurutnya, sejumlah wilayah seperti Ciputat dan Pondok Cabe saat ini sudah mengalami kepadatan kendaraan yang cukup tinggi, khususnya pada jam sibuk pagi hari. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah apabila pengembangan kawasan permukiman terus dilakukan di wilayah tersebut.
“Menurut saya yang paling utama juga dipikirkan oleh pemerintah adalah bagaimana agar pengembangan itu tidak menimbulkan macet. Kota Tangerang Selatan ini, terutama yang dari Ciputat itu Ciputat dan Pondok Cabe, kalau pagi hari luar biasa macetnya,” ujar Saleh kepada Parlementaria usai memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VII ke Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, pembukaan kawasan perumahan baru tanpa dukungan infrastruktur yang memadai berpotensi memperparah kemacetan yang sudah ada. Hal ini tentu akan berdampak pada aktivitas masyarakat yang sehari-hari harus berangkat bekerja atau beraktivitas di pagi hari.
“Kalau sekarang misalnya pengembangannya perumahan-perumahan baru di arahkan itu (Tangerang Selatan), maka tantangannya adalah bagaimana agar pemerintah bisa menjamin tidak ada kemacetan. Jangan sampai nanti malah semakin banyak dikembangkan di situ malah jadi semakin macet,” jelas Politisi Fraksi PAN ini.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Saleh mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan solusi infrastruktur, salah satunya dengan pembangunan underpass di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk di sekitar kawasan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sehingga pengembangan kawasan permukiman tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. •syn/rdn