Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufti dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/2/2026). Foto: Nadya/Mahendra.
PARLEMENTARIA, Surabaya — Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufti mendesak penguatan mitigasi bencana banjir di jalur vital transportasi mudik Jawa Timur. Mengingat prakiraan BMKG menunjukkan potensi hujan intensitas tinggi pada bulan Maret, sinergi antara informasi cuaca dan tindakan teknis di lapangan menjadi mutlak diperlukan.
”Sinergi antara BMKG dan operator transportasi harus diperkuat. Informasi cuaca ekstrem harus segera direspon dengan aksi cepat guna mencegah kecelakaan maupun gangguan keterlambatan perjalanan masyarakat,” ujar Ali Mufti di Surabaya, Jawa Timur, Senin (23/2/2026).
Secara khusus, Ali meminta PT KAI Daop 8 Surabaya untuk menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di titik-titik rawan banjir dan longsor. Keberadaan material cadangan seperti pasir dan batu koral dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan jalur jika terjadi gangguan akibat cuaca buruk. Kesiapsiagaan ini didukung oleh teknologi BMKG yang telah menyiapkan sistem Digital Weather for Traffic untuk memantau cuaca jalur mudik secara real-time.
Komisi V menekankan agar data tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh petugas lapangan di sektor jalan maupun rel. ”Keamanan penumpang adalah prioritas tertinggi. PT KAI harus memastikan seluruh fasilitas penolong siap digunakan kapan saja. Jangan sampai antisipasi kita kalah cepat dengan dinamika cuaca di lapangan,” tambahnya.
Dalam paparan teknisnya, KAI Daop 8 telah memetakan daerah pemantauan khusus di sepanjang lintas Surabaya-Malang-Blitar. Komisi V berharap koordinasi lintas sektoral antara BMKG, Basarnas, dan operator transportasi dapat menekan risiko seminimal mungkin selama masa angkutan Lebaran 2026. •ndy/aha