Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jumat, (20/02/2026). Foto: Zulfikar/Alma.
PARLEMENTARIA, Bandung – Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna mengungkapkan keprihatinannya terhadap realita di lapangan bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di sekitar pembangkit listrik, tetapi hidup tanpa akses penerangan.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT PLN (Persero) diketahui memiliki program “Jabar Caang” yang menargetkan elektrifikasi 100 persen pada tahun 2026, mencakup pemasangan listrik bagi 121.871 rumah di 1.425 desa. Namun, Ateng menyoroti bahwa pemerataan ini belum sepenuhnya menyentuh kelompok masyarakat paling rentan.
“Di Jawa Barat ini listrik memang melimpah, tapi penyebarannya masih menyisakan daerah yang tak terjangkau. Seperti yang kami temukan di daerah Sukabumi, ironisnya ada beberapa kampung yang berada persis di sekitar atau ‘Ring 1’ wilayah operasional PT Star Energy. Masyarakat tahu di situ ada pembangkit listrik panas bumi, tetapi mereka sendiri sampai saat ini belum menerima aliran listrik atau bahkan tidak memiliki meteran listrik,” tegas Ateng Sutisna kepada Parlementaria di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Jumat, (20/02/2026).
Lebih lanjut, Ateng mendesak agar program elektrifikasi desa dan “Jabar Caang” benar-benar diprioritaskan untuk menyasar masyarakat di lingkar operasional industri energi.
“Kita sedang berjuang agar ironi ini diselesaikan. Jangan sampai di satu sisi listrik kita melimpah, tapi di sisi lain masyarakat di hulu energi justru tertinggal,” pungkas Politisi Fraksi PKS ini. •upi/rdn