Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat saat menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia,di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta pada Rabu (18/02/2026). Foto: Merlyn/Mahen.
PARLEMENTARIA, Jakarta — Peluang kolaborasi di sektor pendidikan, khususnya kedokteran, menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan antara Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Duta Besar Kuba untuk Indonesia H.E. Dagmar Gonzalez di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (18/02/2026).
Ia menyoroti keberadaan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan kedokteran di Kuba melalui skema beasiswa. Skema tersebut dinilai menjadi peluang strategis, mengingat biaya pendidikan kedokteran di dalam negeri dapat mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah.
“Ada mahasiswa kita yang belajar di Kuba khususnya tentang kesehatan,” ujar Syahrul.
Legislator dapil Riau II itu menyebut, beasiswa tersebut memberikan akses yang lebih luas bagi anak muda Indonesia dengan minat di bidang kesehatan namun terkendala biaya. Ia menyebut kerja sama ini dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung peningkatan jumlah dan kualitas tenaga medis nasional.
Selain itu, dirinya menjelaskan sistem pendidikan kedokteran di Kuba yang memiliki sejumlah keunggulan. Satu diantaranya adalah pendekatan pembelajaran di Kuba menekankan praktik yang komprehensif serta pola pembelajaran diskusi yang aktif. “Pendidikan dokter di sana cukup menarik dan bagus, lebih banyak praktik di diskusinya,” tambahnya.
Tidak hanya itu saja, ia menyampaikan terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Berupa geografis yang cukup jauh antara Indonesia dan Kuba, serta kebutuhan biaya perjalanan, akomodasi dan biaya hidup bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana.
Adanya penguatan kolaborasi ini, harapnya, menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas tenaga medis sekaligus memperdalam hubungan bilateral di bidang pendidikan antara Indonesia dan Kuba. •JIH/um