E-Media DPR RI

Dukung Revitalisasi Museum NTB, Komisi X Minta Ratusan Benda Bersejarah Segera Dipulangkan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani saat memimpin Kunjungan Kerja Panja Cagar Budaya Komisi X ke Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (13/2/2026). (foto: ulfi/rdn).
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani saat memimpin Kunjungan Kerja Panja Cagar Budaya Komisi X ke Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (13/2/2026). (foto: ulfi/rdn).

 

PARLEMENTARIA, Mataram – Ratusan benda bersejarah asal Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk ratusan kilogram emas yang baru saja dipulangkan (repatriasi) dari Belanda, saat ini masih tertahan di Museum Nasional, Jakarta. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak agar pemerintah segera membenahi Museum Daerah NTB agar “harta karun” tersebut bisa segera dibawa pulang ke kampung halamannya.

Dalam agenda Panitia Kerja (Panja) Pelestarian Cagar Budaya Komisi X, Lalu Hadrian mengungkapkan fakta mencengangkan terkait kekayaan sejarah NTB yang selama ini tersimpan di negeri kincir angin.

“Saya termasuk orang yang menggagas waktu itu ketika kami Raker dengan Menteri Kebudayaan, bahwa harta karun peninggalan sejarah NTB yang tadinya di Belanda, harus dibawa kembali ke Indonesia. Alhamdulillah, kini sudah kembali,” ujar Lalu Hadrian kepada Parlementaria di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu, (11/02/2026).

Politisi PKB ini merinci, terdapat sekitar 385 item benda bersejarah asal NTB yang telah tiba di tanah air. Koleksi tersebut memiliki nilai sejarah dan material yang luar biasa, terdiri dari keris, cincin, kalung, dan perhiasan kerajaan lainnya.

“Termasuk di dalamnya sekitar 238 kilogram emas. Hari ini barang-barang tersebut sudah ada di Museum Nasional,” jelasnya.

Meski telah tiba di Indonesia, benda-benda tersebut belum bisa dipindahkan ke NTB. Lalu Hadrian menjelaskan kendala utamanya terletak pada fasilitas penyimpanan di daerah yang belum memadai.

“Kenapa tidak dibawa ke Nusa Tenggara Barat di museum kita? Karena museum kita belum memenuhi kualifikasi penyimpanan harta karun itu,” ungkap Legislator Dapil NTB II.

Faktor keamanan, suhu, dan teknologi konservasi menjadi syarat mutlak untuk menyimpan artefak bernilai tinggi tersebut agar tidak rusak atau hilang.

Menyikapi hal ini, Komisi X DPR RI berkomitmen untuk memperjuangkan anggaran revitalisasi museum di daerah. Lalu Hadrian menegaskan bahwa pembenahan museum bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya menyelamatkan identitas sejarah.

“Kami sedang berusaha hari ini agar museum kita dibenahi, diperbaiki, sehingga harta karun itu bisa kita bawa pulang,” tegasnya.

Ia berharap, jika museum di NTB sudah memenuhi standar, koleksi emas dan artefak tersebut dapat menjadi sarana edukasi nyata bagi pelajar dan generasi muda di NTB. Semangat ini, menurutnya, juga berlaku untuk seluruh museum daerah di Indonesia yang benda sejarahnya masih tersebar.

“Ini menjadi salah satu edukasi bagi para generasi penerus di Nusa Tenggara Barat. Masih ada yang kita upayakan untuk kembali lagi. Tidak hanya di NTB, tetapi untuk seluruh daerah di Indonesia,” pungkasnya. •upi/rdn