E-Media DPR RI

Legislator Dorong Gerakan Peduli Beli Produk UMKM

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel J. D. Wattimena, saat kunjungan kerja di Padang, Sumatera Barat. Foto: Aha/Karisma
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel J. D. Wattimena, saat kunjungan kerja di Padang, Sumatera Barat. Foto: Aha/Karisma


PARLEMENTARIA, Padang
 — Pemulihan pariwisata Sumatera Barat pascabencana banjir tidak cukup hanya dengan rehabilitasi destinasi, tetapi harus ditopang gerakan nasional membeli produk UMKM daerah. Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J. D. Wattimena menegaskan hal itu saat kunjungan kerja di Padang, Sumatera Barat.

Samuel menilai, bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat tidak hanya merusak infrastruktur dan destinasi wisata, tetapi juga memukul kapasitas produksi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang selama ini menjadi penopang aktivitas pariwisata daerah.

“Hal yang paling mendasar dari bencana ini adalah kesediaan kita semua untuk menampung dan memasarkan produk UMKM mereka. Ini harus menjadi tindakan konkret, bukan hanya simpati,” ujar Samuel dalam pertemuan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata setempat di Padang, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki kepedulian dan semangat gotong royong yang kuat ketika terjadi bencana. Namun, sering kali kepedulian tersebut tidak tersalurkan secara tepat karena minimnya informasi tentang kebutuhan riil di lapangan.

“Kita selama ini hanya mendengar ada bencana, melihat dampaknya, tetapi tidak tahu harus membantu dengan cara apa. Padahal, cara paling konkret adalah membeli produk mereka,” kata Samuel.

Ia menilai, kementerian, DPR RI, serta berbagai lembaga negara sesungguhnya memiliki kapasitas untuk ikut berkontribusi melalui pembelian produk UMKM daerah. Namun, belum adanya koordinasi dan informasi terpusat mengenai produk-produk unggulan Sumatera Barat menjadi kendala tersendiri.

“Produk dari Sumatera Barat ini sangat banyak. Tapi sepertinya perlu ada koordinator. Karena kita di kementerian, di DPR, sebenarnya punya kapasitas membeli, tetapi kita tidak tahu produknya apa saja,” ujarnya.

Samuel juga menyoroti peran media dalam mendukung pemulihan pariwisata pascabencana. Menurutnya, pemberitaan tidak hanya perlu menampilkan dampak kerusakan, tetapi juga kondisi destinasi wisata sebelum dan sesudah bencana, serta cerita pelaku UMKM yang terdampak.

“Kalau media nasional bisa menampilkan bagaimana kondisi pariwisata sebelum dan setelah bencana, termasuk UMKM yang kehilangan ratusan kapasitas produksi itu, masyarakat akan lebih mudah tergerak untuk membantu secara nyata,” tuturnya.

Ia mengapresiasi langkah sejumlah platform digital seperti marketplace dan media sosial yang mulai membuka ruang pemasaran bagi produk UMKM terdampak. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan yang lebih terstruktur dari pemerintah daerah melalui pendataan dan pengoordinasian produk.

Di sisi lain, Samuel juga mengingatkan pelaku UMKM untuk terus membenahi kualitas produk. Menurutnya, konsistensi kualitas menjadi kunci agar gerakan pembelian produk UMKM ini dapat berkelanjutan dan tidak sekadar menjadi respons sesaat akibat bencana.

“Kualitas produk UMKM kita juga harus dibenahi. Karena ini bukan rahasia lagi, kualitasnya sering kali belum konsisten. Kalau kita ingin gerakan ini berkelanjutan, maka kualitas harus dijaga,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, DPR RI, media, serta masyarakat luas, Samuel optimistis pemulihan pariwisata Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM dan ekonomi kreatif. •aha