Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, saat melakukan Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI ke Markas Korem 083/BDJ di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). Foto: Est/Karisma.
PARLEMENTARIA, Malang — Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang menyoroti kekurangan jumlah prajurit di lingkungan Korem 083/Baladhika Jaya (BDJ) saat melakukan Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI ke Markas Korem 083/BDJ di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). Menurutnya, kondisi kekuatan personel di Korem 083 saat ini belum mencapai ideal.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah prajurit yang tersedia baru sekitar 50 persen dari kebutuhan ideal. Situasi tersebut dinilainya menjadi tantangan serius, mengingat luas dan kompleksnya wilayah teritorial yang menjadi tanggung jawab Korem 083/BDJ. “Saya menyoroti bahwa memang ada kekurangan prajurit di Korem 083 ini. Belum mencapai 100 persen, bahkan baru sekitar 50 persen,” ujar Andina saat berdialog dengan jajaran Korem 083/BDJ.
Lebih lanjut, dirinya mengaku telah menanyakan langsung kepada jajaran Korem terkait strategi yang dilakukan dalam menghadapi keterbatasan personel tersebut. Menurutnya, persoalan kekurangan prajurit bukan hanya berdampak pada efektivitas pengamanan wilayah, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman di daerah.
Andina menjelaskan, Korem 083/BDJ membawahi wilayah yang cukup luas dan tergolong rawan, meliputi jajaran Kodim di Malang Raya, yakni Kodim 0818 Kabupaten Malang–Batu dan Kodim 0833 Kota Malang, serta Kodim Pasuruan (0819), Probolinggo (0820), Lumajang (0821), Bondowoso (0822), Situbondo (0823), Jember (0824), hingga Banyuwangi (0825).
“Kita berbicara tentang wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan dan tantangan tersendiri. Karena itu, kekurangan prajurit ini tidak bisa dianggap hal biasa,” tegas Politisi tersebut.
Ia pun menegaskan bahwa temuan di lapangan ini akan menjadi bahan penting bagi Komisi I DPR RI dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Menteri Pertahanan. Komisi I, lanjutnya, akan mendorong pembahasan serius terkait pemenuhan kebutuhan personel TNI secara lebih merata.
“Ini menjadi cerita penting bagi kami di Komisi I pada saat nanti melakukan RDP dengan Menhan, untuk menyiasati dan memikirkan bersama-sama bagaimana memenuhi kekurangan prajurit. Bukan hanya di Korem 083, tetapi juga di berbagai provinsi,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Andina berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat postur pertahanan, khususnya melalui penambahan dan pemerataan personel di wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Hal tersebut dinilainya penting guna menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara. •est/aha