Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko usai Dialektika Demokrasi bertema ‘Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana’ di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Foto : Karisma/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko menegaskan bahwa Komisi V DPR RI telah mendorong penguatan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi melalui peningkatan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk pengoptimalisasian program modifikasi cuaca dan teknologi yang lebih modern. Menurutnya, pemanfaatan modifikasi cuaca ini bisa menjadi upaya yang dapat menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk mengurangi intensitas curah hujan yang berpotensi memicu bencana.
“Kami sudah mendorong BMKG apalagi siklonnya nanti terbentuknya sangat ekstrim. BMKG harus membuat langkah-langkah, ya pertama modifikasi cuaca ini. Karena paling tidak modifikasi cuaca bisa mengurangi hujan sampai 30 persen,” ujar legislator Fraksi PKB tersebut dalam agenda Dialektika Demokrasi bertema ‘Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana’ yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen bersama Biro Pemberitaan Parlemen di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan bahwa dukungan Komisi V DPR RI menjadi bagian penting dalam memperkuat mitigasi cuaca ekstrem akibat fenomena hidrometeorologi. Selain itu, kolaborasi lintas Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah juga penting, dalam menindaklanjuti informasi cuaca untuk diteruskan kepada masyarakat.
“Kami di BMKG memastikan bahwa informasi yang kami keluarkan itu dapat dipahami, dimengerti dan juga ditindaklanjuti. Jadi mungkin spirit early warning to early action, zero victim ini mungkin ke depan terus kita kuatkan. Dan tentunya harus bergerak bersama, berkolaborasi, berkoordinasi antar Kementerian Lembaga dan juga pemerintah daerah,” ujarnya. •clr/gal