E-Media DPR RI

Desy Ratnasari: Pelayanan Persada Hospital Malang Nyaman dan Kompetitif

Wakil ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari saat pertemuan tim kunjungan kerja BURT dengan jajaran RS Persada Hospital, Malang, Jawa Timur, Senin (2/2/2026). Foto : Afr/Andri.
Wakil ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari saat pertemuan tim kunjungan kerja BURT dengan jajaran RS Persada Hospital, Malang, Jawa Timur, Senin (2/2/2026). Foto : Afr/Andri.

PARLEMENTARIA, Malang – Wakil ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Desy Ratnasari, menilai pelayanan kesehatan di Persada Hospital Malang sudah sangat baik, nyaman, serta mampu bersaing dengan rumah sakit besar yang beroperasi di Surabaya. Hal tersebut disampaikannya usai pertemuan tim kunjungan kerja BURT dengan jajaran RS Persada Hospital, Malang, Jawa Timur, Senin (2/2/2026).

Desy mengatakan, kenyamanan menjadi salah satu keunggulan utama Persada Hospital. Ia meyakini fasilitas dan layanan yang tersedia akan membuat anggota DPR, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, merasa aman dan nyaman saat menjalani perawatan.

“Pelayanannya cukup nyaman. Saya yakin anggota DPR, khususnya yang ada di Dapil Malang Raya, akan merasa nyaman karena pelayanannya lengkap, ada home care, dan subspesialisnya juga banyak,” ujar Desy.

Secara wilayah Malang lebih kecil dibanding Surabaya, Anggota dari Fraksi PAN menilai kualitas layanan Persada Hospital tidak kalah bersaing. Bahkan, rumah sakit tersebut terus melakukan pengembangan layanan, termasuk dengan mengusung konsep medical tourism.

“Pelayanannya sudah bagus, beragam, dan terus upgrading. Apalagi mereka masuk kategori medical tourism, sehingga tersedia pelayanan personal, baik yang bersifat preventif maupun kuratif,” jelasnya.

Selain fasilitas, Desy juga memberikan apresiasi terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di Persada Hospital. Menurutnya, keramahan dan profesionalisme para dokter, manajer, serta tenaga kesehatan lainnya memberikan kesan menenangkan bagi pasien.

“Hospitality SDM-nya sangat terasa. Bertemu dengan dokter dan manajernya membuat suasana adem. Ditambah lokasi rumah sakit yang strategis, pemandangan pegunungan, serta lingkungan yang rimbun dengan taman-taman,” ungkapnya.

Dari sisi tenaga medis, Desy menyebut Persada Hospital didukung lebih dari 114 dokter spesialis dan subspesialis. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai dan menjadikan Persada Hospital sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat Malang dan sekitarnya.

“Persada Hospital sudah mumpuni memberikan pelayanan kesehatan yang advance, mulai dari jantung, diabetes, ginjal, radiologi, hingga penanganan cedera lutut dan fisioterapi. Untuk perempuan, layanan Bone Mass Density (BMD) juga sangat penting, khususnya bagi usia di atas 50 tahun,” katanya.

Terkait pelayanan BPJS Kesehatan, Desy mengungkapkan bahwa manajemen Persada Hospital memiliki rencana jangka panjang untuk membangun satu gedung khusus pelayanan BPJS. Saat ini, pelayanan BPJS masih dilakukan oleh beberapa dokter secara terpisah sesuai dengan kewajiban profesi.

“Kedepan mereka berencana membangun satu wing khusus BPJS. Ini memang keputusan manajemen yang tidak mudah karena membutuhkan investasi besar serta penyesuaian alat kesehatan sesuai dengan cakupan BPJS,” ujarnya.

Desy pun memahami dilema yang dihadapi manajemen rumah sakit antara kewajiban sosial dan keberlanjutan bisnis, mengingat Persada Hospital juga menjalin kerja sama dengan berbagai asuransi swasta dan korporasi. “Ini pilihan yang tidak mudah, seperti dua mata pisau. Namun saya yakin para dokter tetap memiliki komitmen sosial untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya. •afr/aha