E-Media DPR RI

Komisi IX Dorong Modernisasi Alkes dan Penambahan Sarpras di RSUD dr. Rasidin Padang

Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX, ke Padang, Sumatra Barat, Kamis (29/01/2026). Foto: NDN/Mahendra.
Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX, ke Padang, Sumatra Barat, Kamis (29/01/2026). Foto: NDN/Mahendra.


PARLEMENTARIA, Jakarta 
– Sebagai Rumah Sakit Tipe C yang telah terakreditasi Paripurna, RSUD dr. Rasidin Padang di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih menghadapi tantangan berat terkait minimnya alat kesehatan (Alkes) dan sarana pendukung. Temuan ini menjadi sorotan dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IX DPR RI ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Padang itu.

​Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono mengungkapkan keprihatinannya terhadap keterbatasan armada ambulans yang dimiliki RSUD. Padahal, mobilitas penjemputan pasien dalam kondisi darurat sangat bergantung pada ketersediaan kendaraan operasional yang memadai.

​”Ambulansnya cuman satu, oleh karena itu ambulans di Kota Padang harus diperbanyak karena mereka akan mobile untuk menjemput ataupun melayani masyarakat yang ada di Padang,” ungkapnya kepada Parlementaria usai pertemuan dengan berbagai stakeholders dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX di Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (29/01/2026).

Heru kemudian menyarankan adanya kolaborasi pendanaan agar beban tidak hanya menumpuk di satu pintu anggaran. Diketahui Manajemen RSUD dr. Rasidin sendiri telah mengajukan rencana penambahan berbagai layanan spesialis untuk tahun 2026, termasuk pengadaan alat EEG dan Audiometri. 

​”Alat-alat kesehatan secara terprogram mana yang dicukupi Kementerian, mana yang dicukupi Pemerintah Kota, mana yang dicukupi oleh Pemerintah Provinsi. Maupun mungkin CSR yang bisa didapatkan dari Pemerintah Kota Padang,” jelas Heru.

​Selain ambulans, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyoroti bahwa kebutuhan mendesak RSUD dr. Rasidin bukanlah pada Sumber Daya Manusia (SDM), melainkan pada sarana dan prasarana medis. Berdasarkan data rumah sakit, RSUD ini memang sedang merencanakan penambahan layanan krusial di tahun 2026 seperti Cathlab, Hemodialisa, hingga peralatan Laparoscopy yang saat ini belum tersedia lengkap. 

​”Karena rumah sakit ini tipe C, maka yang diperlukan penambahan sarana dan prasarana, kalau dari segi SDM sudah cukup,” ujar Yahya Zaini. 

Ia menilai modernisasi alat sangat vital agar pasien tidak perlu selalu dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih jauh. Legislator Partai Golkar itu pun memastikan bahwa berbagai aspirasi yang didapat dalam kunjungan ini telah dicatat dan disampaikan langsung kepada perwakilan Kementerian Kesehatan yang turut hadir.

“Kami sudah mencatat dan menyampaikan kepada Dirjen Kementerian Kesehatan untuk (RSUD) mendapat perhatian bantuan di masa-masa yang akan datang,” tutup Yahya. •ndn/rdn