E-Media DPR RI

Skill Atlet RI di Atas Rata-rata, Tapi Stamina ‘Loyo’ Setengah Babak

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Foto : Sari/Andri.
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Foto : Sari/Andri.


PARLEMENTARIA, Jakarta
 – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyoroti masalah fisik dan stamina yang masih menjadi kelemahan utama atlet Indonesia di kancah internasional. Hal tersebut disampaikan Fikri berdasarkan masukan yang ia terima dari pengamat olahraga mancanegara saat ajang SEA Games di Filipina.

Fikri mengungkapkan bahwa secara teknik dan keterampilan (skill), atlet Indonesia diakui memiliki kemampuan di atas rata-rata. Namun, performa tersebut sering kali merosot drastis karena faktor kebugaran (fitness) yang kurang prima.

“Saya pernah mendapatkan pujian dari beberapa negara di Filipina waktu SEA Games, bahwa skill atlet kita ini di atas rata-rata. Tapi rata-rata kita separuh main atau satu babak itu sudah loyo, jadi fitness-nya kurang. Ini kritik dari bangsa lain kepada kita,” ujar Fikri Faqih di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Selain evaluasi performa atlet, Politisi Fraksi PKS ini juga mengkritik ketimpangan fokus Kemenpora yang dinilai masih berat sebelah ke urusan olahraga, sementara urusan kepemudaan terabaikan. Fikri mendesak penerapan konsep Youth Mainstreaming (pengarusutamaan pemuda) dalam perencanaan dan penganggaran, mirip dengan konsep pengarusutamaan gender.

“Menterinya namanya Pemuda dan Olahraga, bukan Olahraga dan Pemuda. Tapi faktanya youth mainstreaming skemanya belum jelas seperti gender mainstreaming. Langkah-langkah perencanaan dan penganggaran responsif pemuda tidak terlihat, akhirnya yang terkenal ya hanya orang-orang yang viral saja,” kritiknya. •ipf,gal/aha