Anggota Komisi XIII dari Fraksi Partai Golkar, Maruli Siahaan. Foto : Runi/Andri.
PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi XIII DPR RI menyoroti merosotnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Anggota Komisi XIII, Shadiq Pasadigoe, kembali menyuarakan wacana agar BPIP menghidupkan kembali model pendidikan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di sekolah-sekolah.
Shadiq mengingatkan bahwa rencana ini pernah dibahas sebelumnya dan sangat dinantikan realisasinya sebagai upaya masif menanamkan ideologi negara.
“Saya mengingatkan dulu waktu kita baru RDP, kita menginginkan bagaimana menghidupkan pendidikan P4 kembali di sekolah-sekolah. Ini Pak, mohon tanggapannya bagaimana rencana ini. Karena untuk menggerakkan ini tentu kami berharap kepada BPIP sebagai leading sector,” ujar Shadiq di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Senada dengan Shadiq, Anggota Komisi XIII dari Fraksi Partai Golkar, Maruli Siahaan, mengungkapkan temuan mengejutkan saat ia turun ke daerah (reses). Ia mendapati banyak masyarakat, bahkan orang tua pelajar, yang tidak mengetahui atau hafal sila-sila Pancasila.
“Ternyata kita coba sampai tingkat orang tua pelajar, hampir semua tidak tahu, Pak. Bahkan diam, tidak ada yang menyebutkan Pancasila. Sehingga kita ajarkanlah setiap reses, sebelum masuk kita akan sebut dulu Pancasila,” ungkap Maruli.
Maruli menekankan bahwa pendidikan Pancasila kedepan tidak boleh sekadar hafalan, melainkan penjabaran makna sila per sila agar bisa mengubah perilaku generasi muda yang saat ini dinilainya lebih sibuk dengan gawai di kafe-kafe ketimbang peduli pada lingkungan sosial. •ipf,gal/aha